Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Festival Golo Koe, Magnet Wisata Baru Labuan Bajo

Saturday, July 30, 2022 | 05:42 WIB Last Updated 2022-07-30T00:10:16Z
Festival Golo Koe, Magnet Wisata Baru Labuan Bajo
Festival Golo Koe, Magnet Wisata Baru Labuan Bajo 


BernasINDO.id, Labuan Bajo - Setelah pandemi covid-19  melandai, sampai saat ini, hiruk pikuk masyarakat kota super premium Labuan Bajo semakin hari  semakin semarak dan semakin ditantang sekaligus pasti menantang. Kota ini menjadi sebuah kota baru berumur kurang lebih 20 tahun paskah deklarasi sebuah ibu kota kabupaten otonom yang mekar dari sebuah kabupaten induk semangnya, adalah Kabupaten Manggarai dengan ibu kota Ruteng, yang terletak  di pegunungan jauh kurang lebih 3000 mdpl. Dengan kekhasan hawa dingin saat ini berkisar 10-20° c.

Baca: Mahasiswa UNIKA Santu Paulus Ruteng Gelar Sosialisasi Program Kerja (Proker) KKN di Desa Golo Ndoal

Kota labuan Bajo, akhir-akhir ini menjadi sebuah kota yang trending topik yang terkenal dengan maskot pariwisata utama . Setelah pulau komodo sebagai habitat utama binatang langkah Varanus Komodoensis, dan  ditetapkan sebagai tujuh keajaiban dunia( sevent wonders).  Menghipnotis pemerintah pusat dibawah kekuasaan tangan dingin Presiden Joko Widodo, menetapkan Komodo dan Labuan Bajo sebagai destinasi utama, disebut sebagai destinasi super premium. Selain, Mandalika di provinsi NTB, Danau Toba di provinsi  Sumatera Utara, Borobudur di provinsi  Jateng, dan beberapa  destinasi wisata  lainnya, secara nasional.  

Jadwal Festival Golo Koe, Magnet Wisata Baru Labuan Bajo
Jadwal Festival Golo Koe, Magnet Wisata Baru Labuan Bajo 


Jutaan mata memandang Labuan Bajo dan habitat alam lainnya;  seperti di  darat dan di  laut yang kaya raya  akan potensi wisata. Selain itu, ada beranekaragam wisata budaya, dan aneka kuliner yang lezat dan beraroma lokal dan nasional maupun manca negara semuanya pasti tersedia di kota labuan Bajo ini. Di samping wisata rohani gereja tua Rekas di Kecamatan Mbeliling. Dan, masih banyak jenis destinasi dan spot wisata lainnya, yang tersedia secara alamiah di Manggarai Barat ini. Air terjun, legenda danau Sano Nggoang, istana ular, dan lain sebagainya. Ada tempat kubur Loke Nggerang di Ndoso, Tentang. Ada benteng pertahanan masa penjajahan Belanda di Macang Pacar.  

Baca: Kisah Roman di Rosa Mistika Terulang Kembali Saat Reunian

Di samping itu, ada jenis-genre baru dalam rangka pelaksanaan tahun Pastoral Keuskupan Ruteng secara holistik, dengan sebutan wisata holistik yang menyentuh semua sendi kehidupan umat, dan/atau  rakyat di  keuskupan Ruteng ini, adalah mengambil kebijakan yang strategis,  memutuskan untuk program Festival  Golo Koe, sebagai tempat wisata Rohani Keuskupan Ruteng. Oleh sebab itu, program strategis keuskupan Ruteng ini disambut antusias oleh pemerintah dan umat di seluruh Keuskupan Ruteng, yang mencakup tiga wilayah administrasi pemerintah, meliputi Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur. Selain, wisata ekologis, yaitu mencintai dan merawat alam hasil ciptaan Allah Yang Maha Esa. Wisata Budaya agar mencintai budaya lokal untuk memperkuat  Khasanah budaya nasional.  

Dengan pelaksanaan program wisata rohani yang berkelas, menyambut program kepariwisataan alam,  rohani dan ekonomi dan budaya serta kehidupan rohani umat di keuskupan Ruteng; maka keuskupan Ruteng menyelenggarakan program Festival  Golo Koe, yang akan berlangsung dari tanggal 8 hingga 15 Agustus 2022. Ini suatu program andalan strategis keuskupan Ruteng di tengah tantangan jaman Milenial yang semakin menggeliat. Dimana dapat menggugah semangat iman kekatolikan di tiga Kabupaten otonom, dengan jumlah sekitar 800.000 ribuan umat lebih ini.  

Kegiatan festival Rohani Golo Koe hampir pasti akan diikuti kurang lebih 70 an paroki dari sekitar 89 paroki yang tersebar di tiga wilayah administrasi kabupaten Manggarai Raya. Dari tiga wilayah Kevikepan keuskupan, yaitu Kevikepan Ruteng, Kevikepan Borong dan Kevikepan Labuan Bajo.  Dengan jumlah umat setiap paroki dan Kevikepan minimal sebanyak 10 peserta festival  dari setiap paroki dan dan Kevikepan masing-masing. Selain itu, ada utusan sekolah-sekolah Katolik dari beberapa sekolah di keuskupan Ruteng, ikut serta dalam festival ini.  

Baca: LSM Ayo Indonesia Ruteng Ajak Masyarakat Desa Umung Membuat Strategi dalam Menghadapi Perubahan Iklim

Rancangan kegiatan selama sepekan penuh, sangat padat dan terisi dengan kegiatan sepanjang hari dalam sepekan;  dimulai dari Senin, 8 sampai dengan 15 Agustus 2022, telah terjadwal secara baik

dan sistematis dari tim panitia kegiatan festival Rohani Golo Koe, dari keuskupan Ruteng dan senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten Manggarai Barat. Sebagai penanggungjawab utama, bapak uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, Pr. Ketua Umum, wakil Bupati Manggarai Barat, bapak dr. Yulianus Weng, M.Kes. Semua peserta dari setiap wilayah utusan umat paroki keuskupan Ruteng menginap secara gotong royong di setiap Kelompok Umat Basis Gerejawi(KUBG) pada dua paroki, yaitu paroki Roh Kudus dan Maria Bunda Segala Bangsa.

Memasuki pekan pekan terakhir menyongsong festival Rohani Golo Koe, kota wisata super premium Labuan Bajo, semakin cantik dan menawan hati para peserta khususnya dan para wisatawan yang mengunjungi labuan Bajo, terasa at home, betah, tinggal berlama-lama di kota ini. Kesan yang sama, tersirat dalam kesan kunjungan bapak Presiden Joko Widodo, 21-22 Juli 2022, ketika meresmikan beberapa proyek strategis nasional di waterfront city,  dengan kesan bahwa kota labuan Bajo semakin hari semakin bersih. Ketika kunjungan kerja perdana tahun 2015 yang lalu, kota ini terkesan sangat kumuh. Tetapi, ketika diintervensi dengan berbagai program pembangunan fisik dan mental masyarakat semakin hari semkin piawai menjaga kebersihan kota dan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan dan untuk  diproses lebih lanjut.  

Rangkaian program kegiatan festival Rohani Golo Koe( Rundown), terlampir dalam urutan acara kegiatan sebagai berikut ini. Dalam beberapa hari yang datang di kota sedang menyambut tamu Jambore Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur( Jamda) yang berpusat di area GOR ( Gelanggang OlaRaga ) kota Labuan Bajo, Desa Batu Cermin. Dimulai tanggal 2- 6 Agustus 2022. Peserta hampir semua kabupaten kota di NTT. Setelah itu, peserta yang sudah terseleksi pada beberapa waktu lalu, diikutsertakan untuk mengikuti jambore gerakan Pramuka penggalang  nasional di Cibubur Jakarta, tanggal 8-15 Agustus 2022.  

Menurut penulis, sebagai pemerhati masalah sosial kemasyarakatan di kota labuan Bajo, dan sekitarnya, bahwa moment kegiatan jambore Pramuka penggalang dan kegiatan Festival Golo Koe tahun 2022 ini, dapat memberi manfaat yang bersesuaian dengan generasi Milenial masa kini dan masa depan. Baik pengembangan SDM umat yang bermutu dan rakyat yang kompetitif dalam kehidupan yang semakin menantang saat ini dan saat yang akan datang. Baik secara ekonomi, sosial budaya, pendidikan,  lingkungan hidup dan kehidupan rohani. Pasti terus terusik oleh pengaruh dari luar yang semakin deras dan kuat dalam pergaulan global. Benteng terakhir adalah moral, hak cipta, dan agama. Tanpa itu, maka dunia dan alam sekitar akan terus digoyang. Gurita ekonomi para pebisnis lebih mencengkram dan berpengaruh pola tungkahlaku hidup setiap insan di kota ini khususnya dan di keuskupan Ruteng umumnya.  

Pertanyaannya, mampukah kita  memfilter dan membendung semua pengaruh di dunia pariwisata holistik? Tergantung sikap dan kualitas hidup kita, baik secara ekonomi, budaya, ekologis dan moral spiritual umat dan rakyat. Yang mampu bersaing pasti keluar sebagai pemenang, dan bagi yang kalah bersaing, pasti akan jadi pecundang atau tersingkir. Semoga! Penulis, Ketua Seksi HAK Paroki Roh Kudus Labuan Bajo, Manggarai Barat. Tinggal di jln. Bandara Komodo.  


Oleh: Fransiskus Ndejeng

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Festival Golo Koe, Magnet Wisata Baru Labuan Bajo

Trending Now

Iklan