Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Terjebak Dalam Apresiasi

Sarfin Fidin
Saturday, December 4, 2021 | 19:01 WIB Last Updated 2021-12-04T20:26:43Z
Terjebak Dalam Apresiasi
Ilustrasi: google


Setiap kali kita mendapati diri mengabaikan seseorang karena kita telah menentukan bahwa mereka tidak cukup "pintar" untuk mengatakan sesuatu yang berarti, di situlah kita mulai memperdagangkan kata "apresiasi".

Seolah-olah kata itu milik orang-orang hebat, pemikir dan punya skill dewa.  Jelas itu kesalahan besar. Selain sombong dan arogan, pola pikir ini menghalangi setiap hal berguna yang mungkin ditawarkan orang lain. 

Ingatlah bahwa dalam keadaan yang tepat, siapa pun bisa menjadi orang sakit jiwa, penjahat, pahlawan, atau orang suci. Hidup tidak dapat diprediksi dan kadang tidak adil. 

Kita tidak dapat membatalkan masa lalu, tetapi kita dapat memilih cara menanggapinya. Cerita mengenai diri kita terekam amat jelas, berikut dengan baik-buruknya. Saya dan kamu tidak tau kapan semuanya menjadi sebaliknya.

Alih-alih hanya mau mendengarkan dan menggali percakapan orang-orang penting sekadar mencari suaka kebijaksanaan namun menafikan kebaikan sederhana yang dedemonstrasikan orang yang biasa seraya mencap "dia tidak cukup pintar untuk saya" jelas ini ide yang sangat buruk. 

Kita tidak pernah tahu apa efek penuh dari kebaikan yang di tunjukkan atau yang ditawarkan orang lain yang mungkin tidak sekelas dengan kita. Salah satu pepatah favorit saya adalah, "Jika kamu menarik sehelai rumput, seluruh alam semesta bergetar."  

Artinya, kita tidak pernah bisa memprediksi apa yang akan terjadi ketika kita menjangkau orang lain dengan kebaikan dan cinta. Tindakan kita mungkin menghasilkan sesuatu yang benar-benar luar biasa. 

Jika kita menjalani hari kita menjangkau dengan kebaikan, cinta, dan kejujuran, kita mungkin dengan sendirinya mengguncang seluruh alam semesta dan kehidupan orang lain.

Caloocan

Garsa Bambang, MSF

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Terjebak Dalam Apresiasi

Trending Now

Iklan