Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Minggat (Puisi Della Nampung)

Sarfin Fidin
Monday, February 14, 2022 | 12:55 WIB Last Updated 2022-02-14T06:07:05Z
Minggat (Puisi Della Nampung)
Minggat (Puisi Della Nampung) - Foto ist.


Membosankan sekali.

Bertahan dan bersabar padamu

Bertahan pada posisi yang sama sekali jelas tidak berubah

Keadaan jelas-jelas jalan di tempat.

Dan aku masih ingin berdiri di sini?

Setia menunggu abu di sini?

Apa yang kau cari, dari hubungan basi ini?

Cinta?

Rindu?

Semua jelas-jelas masih dalam tanda tanya

Baca: Pemerintah Daerah Se-Sumba Segera Menetapkan Tanjung Sasar Sebagai Cagar Budaya Sumba

Kemarin kau rinai ringan nan renyah diseling rayu dan puji yang kudengar. Hari ini kau seruakkan amarah, seakan dendam yang begitu besar yang telah lama kau pendam

Kau obat terampuh menyembuhkan luka, namun meninggalkan bekas teramat dalam.

Memberi ruang tukku berpikir lebih keras antara bertahan atau segera lekas kulepas.

Baca: Agribisnis: Locus Peningkatan Ekonomi

Perihal rindu itu

Kurasa dia hanya diperbudak oleh jarak.

Lalu mencoba menghamba pada ruang dan waktu.

Berharap kembali lagi bertemu.

Namun, kali ini memutuskan tuk meninggalkanmu. Mungkin minggat dari pandanganmu adalah ide berlian.

Meski bayangan dan rindu itu selalu saja menyelinap masuk mencoba godai pikiranku.

Kuharap tak mestinya begitu.


Oleh: Della Nampung

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Minggat (Puisi Della Nampung)

Trending Now

Iklan