Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Soal Kepergian Mantan Uskup Keuskupan Ruteng, Huber Leteng, P. Wendly SVD: Bagi kami Adalah Jasamu Lebih Penting Ketimbang Kejatuhanmu

Sunday, July 31, 2022 | 13:35 WIB Last Updated 2022-07-31T09:23:37Z

 

Soal Kepergian Mantan Uskup Keuskupan Ruteng, Huber Leteng, P. Wendly SVD: Bagi kami Adalah Jasamu Ketimbang Kejatuhanmu
Soal Kepergian Mantan Uskup Keuskupan Ruteng, Huber Leteng, P. Wendly SVD: Bagi kami Adalah Jasamu Lebih Penting Ketimbang Kejatuhanmu

Kabar duka, mantan uskup keuskupan Ruteng, Mgr Hubertus Leteng diberitakan telah berpulang selamanya ke rumah Bapa di Surga, Minggu (13/7/2022).

Dia meninggal dunia tadi pagi di rumah sakit Boromeus disebabkan karena serangan jantung.

Baca: Banyak yang Belum Tahu, Eko-enzim (EE) Sembuhkan Kanker Payudara, Gula, dan Ribuan Penyakit Lainnya

Mgr. Hubert Leteng menghadap Bapa seusai melewati masa-masa sulit dalam hidup dan pengabdiannya.

Salah seorang imam SVD, Pater Wendly Marot mengungkapkan isi hatinya terkait kabar kepergiannya.

Pater Wendly lebih melihat kebaikannya daripada kejatuhannya, seperti yang dia sampaikan di status WA-nya.

"Saya lebih peduli dan bersyukur kepada Tuhan yang mengutusmu. Engkau telah mengabdikan dirimu untuk kami atas kehendak Tuhan. Yang lebih nyata bagi kami adalah jasamu lebih penting ketimbang kejatuhanmu, dan ketika Tuhan memanggilmu pergi, aku merasa ini adalah pembebasanmu. Dan sekarang engkau bahagia. Pergilah guruku, pergilah gembalaku. Berdoalah untukku dari sana", status Pater Wendli di WA.

Selain di WA, Imam SVD itu mengungkapkan isi hatinya soal kebaikan yang mulia dalam kaitannya dengan penolakan privatisasi pantai Pede. Demikian komentarnya di status facebook pribadinya.

Baca: Jalan-jalan Sore, Saatnya Healing?

HARI INI TUHAN NGOTOT, PANGGIL DIA PULANG KE PARADISE ABADI...

Tuhan luruskan jalan yg dia lalui

Ampunilah segala dosanya

Dia tak sempurna, tapi dia pernah menjadi bagian penting dalam hidup banyak orang

Dia dulu getol sekali menolak tambang

Dia ngotot menolak privatisasi pantai Pede

Saya pun percaya, jika dia masih "berpengaruh" di Congka Sae, dia pun akan menolak "Monopoli Komodo"..

Ketika para kapitalis sudah mulai perlahan menguasai Komodo dan perlahan menyingkirkan orang-orang "tak berduit", lalu saya ingat "Mgr. Hubert"; saya bertanya-tanya dlm hati, tapi pertanyaannya "rahasia". Saya pun yakin, dia akan bersama umatnya berdiri di depan menolak monopoli PT Flobamor yg ingin menguasai TNK. Tapi, yah...dia sudah tak berdaya. Sudah pergi bersama Nasrudinnya.

Sejak dia turun dari tahtanya dan pergi, semua sepertinya adem-adem saja di sini. Apakah benar-benar sudah aman? Ataukah kita diam, namun diam yang tidak bertaring; singa ompong lagi tidur"?

Sepenggal ceritera "Si Empunya Kisah Nasrudin" berakhir. Yah, Nasrudin adalah tokoh imaginatif yang selalu muncul dlm kotbahnya. 

Baca: Soal Peredaran Rokok Ilegal, Stanislaus Stan: "Itu Proses Pemusnahan Generasi Muda"

Selamat jalan Mgr. Huber Leteng. Hanya engkau yang tahu misteri Nasrudin selanjutnya. Trimakasih untuk jasamu untuk kami dulu di masa kuliah dan juga menjadi gembali kami. Itu semua bekal untuk hidup kami hingga kmi seperti ini sekarang. Mohon maaf atas kekilafan kami.

Doakan kami dengan program pariwisata Holistik kami. (ers/Bernasindo)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Soal Kepergian Mantan Uskup Keuskupan Ruteng, Huber Leteng, P. Wendly SVD: Bagi kami Adalah Jasamu Lebih Penting Ketimbang Kejatuhanmu

Trending Now

Iklan