Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Banyak yang Belum Tahu, Eko-enzim (EE) Sembuhkan Kanker Payudara, Gula, dan Ribuan Penyakit Lainnya

Sarfin Fidin
Wednesday, April 6, 2022 | 10:07 WIB Last Updated 2022-04-06T07:13:56Z
Banyak yang Belum Tahu, Eko-enzim (EE) Sembuhkan Kanker Payudara, Gula, dan Ribuan Penyakit Lainnya
Eko-enzim (EE) Sembuhkan Kanker Payudara, Gula, dan Ribuan Penyakit Lainnya (foto ist.)


BernasINDO.id, Ruwuk - Eko-enzim yang disebut EE diakui sebagai salah satu jenis obat paling manjur dapat menyembuhkan ribuan penyakit manusia seperti gula, kanker payudara, kulit, luka dan sebagainya.

Salah satu warga kampung Wogel, Kelurahan Ruwuk, Satarmese Barat, Manggarai, NTT, Nuraini Sose, mengatakan EE merupakan aktivitas kaum ibu, dan itu terbuat dari bahan-bahan yang tidak asing bagi masyarakat Manggarai bahkan Indonesia pada umumnya.

Baca: Jalan-jalan Sore, Saatnya Healing?

"EE merupakan pekerjaan kaum ibu yang terbuat dari gula merah, sisa buah-buahan dan atau sayur-sayuran serta air, perbandingannya 1 - 3 - 10 yakni 1 kg gula merah, 3 kg buah-buahan atau sayuran dan 10 liter air", kata bu Nur saat diwawancara bernasindo.id, Selasa, (5/4/2022). 

Bu Nuraini itu menyampaikan hampir semua buah-buahan digunakan untuk proses fermentasi eko-enzim tersebut, kecuali durian, advokat dan jambu mente atau yang mengandung terlalu banyak lemak.

"Semakin banyak buah-buahan, semakin banyak pula manfaatnya, minimal 5 macam buah tetapi tetap sesuai takaran yang telah ditentukan" terang bu Nur.

Baca: Soal Peredaran Rokok Ilegal, Stanislaus Stan: "Itu Proses Pemusnahan Generasi Muda"

Eko-enzim difermentasikan selama 90 hari atau kurang lebih 3 bulan tetapi ada waktunya tutupan wadah atau tempat penyimpanan itu dibuka agar tidak meledak karena gasnya.

Dianjurkan, pengisian bahan-bahan itu tidak perlu mencapai 100% penuh, yang penting ditutup rapat dan tidak boleh ada udara masuk.

"Setiap hari (untuk wadah berukuran kecil), setiap Minggu (berukuran pas-pasan/sedang) atau setiap bulan (tempat besar) wadah itu dibuka, lalu diaduk-aduk hingga gasnya keluar semua, dan waktu yang diperlukan saat tutupan dibuka kira-kira 5 menit, setelah itu, tempat tersebut ditutup kembali. Dan si pembuat wajib memakai masker saat membuka tutupan lebih khusus wadah sedang dan besar", imbuh bu Nuraini.

Nuraini Sose itu menegaskan EE tidak dapat diminum, tetapi dioles pada bagian yang sakit (obat oles) kecuali ada campuran khusus sebelum difermentasikan yakni gula merah diganti dengan madu.

"Eko-enzim yang bisa diminum membutuhkan waktu fermentasi yang cukup lama yakni minimal 6 bulan hingga satu tahun. Semakin lama fermentasinya berarti obat tersebut tidak akan kedaluwarsa dan kasiatnya semakin luar biasa", kata bu Nur.

Baca: Bupati Manokwari Selatan Butuh 150 Staf Guru dan 250 Tenaga kesehatan Asal Manggarai, Dijamin Lansung PNS

Lebih lanjut, guru SDK Lamba itu mengatakan produk EE ini sangat ramah linkungan karena tidak membutuhkan lahan luas untuk fermentasinya. Manfaatnya sangat efektif atau dikenal produk tersebut memiliki sejuta manfaat bagi kesehatan masyarakat.

Banyak kesaksian terjadi di tengah masyarakat khususnya mereka yang memakai obat tersebut saat menderita sakit, misalnya yang luka parah, gula, rambut rontok, rabun, dan sebagainya. 

Produk EE tersebut sudah diwacanakan dan dipraktekan hampir semua paroki di keuskupan Ruteng. 


*Salam Sehat*

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut dan jika ada yang mau pesan untuk panenan bulan Mei-September bisa hubungi Bapak Nikodemus Sose via WA 0813-3769-6898


Penulis: Sarfin Fidin

Editor: Sarfin Fidin

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Banyak yang Belum Tahu, Eko-enzim (EE) Sembuhkan Kanker Payudara, Gula, dan Ribuan Penyakit Lainnya

Trending Now

Iklan