Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Gadis Kecil, Wahai Sang Penegak (Karya Guidella)

Sarfin Fidin
Monday, March 21, 2022 | 16:55 WIB Last Updated 2022-03-21T10:09:10Z
Gadis Kecil, Wahai Sang Penegak
Gadis Kecil, Wahai Sang Penegak  (ilustrasi: google)


Puisi-puisi sang Penyair dengan nama pena Guidella ini yakni Gadis Kecil dan Wahai Sang Penegak. Dua puisi ini memiliki makna yang sangat dalam bila direfleksikan. Puisi-puisi ini berangkat dari pengalaman nyata sang penyair. 

Untuk mengetahui isi puisi di bawah ini, para pembaca diajak untuk membacanya hingga selesai. Selamat membaca.....

Baca: Duka Gadis Desa (Cerpen Severinus M. Deo)

Gadis Kecil


Berparas menawan, anggun, teduh..

Polos terlihat

Lincah gayamu

Membuat setiap insan yang melihat jadi tertegun

Lekukkan kecil di balik kedua pipimu

Mengapa kini takku lihat lagi?

Larian kecil di tanah lapang dibarengi gelak tawa bersama teman sebayamu

Mengapa tak lagi kulihat dan tak kudengar?

Gadis kecil berparas menawan

Apa yang membuatmu kini muram?

Bukankah bermain dan belajar adalah kewajaran bagimu


Baca: Pengembala Sapi Menjadi Pemimpin


Ohh.. kutanya ibumu, dan kutanya ayahmu

Katanya ketamakan pria iblis

Telah merenggut ceriahmu

Gelagat pengecut

Hasratmu kau jadikan luka baginya

Tidakkah resah hatimu?

Mendengar jeritan piluh

Pemilik luka itu

Tidakkah tega hatimu?

Menatap linangan bening berceceran, tumpah.

Menyibakkan luka

Gadis kecil berparas menawan

Sayang sekali diusiamu terbilang belia itu

Kau Harus menelan realita terpelik

Menanggung ego sesat pemilik pemikir dangkal


Gadis kecil berparas menawan

Bukankah sejak dalam kandungan kau punya hak untuk dilindungi, dijaga, dirawat, diperlakukan layak oleh semua insan

Lalu dimanakah hak itu?

Dimanakah perlindungan yang sebenarnya kau dapat?

Ataukah itu hanya bualan semata, tanpa makna, tanpa realita?

Yang adanya hanya pelengkap pada narasi tradisi sang pendahulu


Baca: Sosok si Gadis Berbau Mawar


Wahai Sang Penegak


Yang katanya berpihak pada rakyat

Menganyomi rakyat

Melindunginya

Dimanakah kamu?

Saat-saat piluh mencekik gadis kecil itu, gadis kecil kita

Buah cinta dari negeri ini

Tunas muda harapan ada padanya

Ketika rengekan demi rengekan

Mengapa kau tak hiraukan?

Ataukah hatimu sudah tertutup oleh pecahan merah

Yang kerapkali jadi raja duniawi

Lalu dimanakah nuranimu?

Ataukah kau mau menunggu sampai beribu gadis kita ternoda oleh ketamakan dunia?

Buah dari pengkhianatanmu?

Kutunggu jawabmu

Di persimpangan jalan, menuju kebenaran


Karya Guidella

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Gadis Kecil, Wahai Sang Penegak (Karya Guidella)

Trending Now

Iklan