Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Pilar Pilar Besi

Sarfin Fidin
Wednesday, March 9, 2022 | 11:35 WIB Last Updated 2022-03-09T08:18:49Z
Pilar pilar besi
Pilar Pilar Besi (foto ist.)


Ada yang tak bisa tergambarkan oleh kata

Diantara kebisingan kota

Berceceran insan dunia

Dengan alas derita

Demi berdirinya pilar pilar besi yang ditatap sedih

Entah kapan akhirnya

Gonggongan tak berdaya,

Siapa yang peduli?

Demi layaknya hidup sekawanan dewa Dewi angkuh

Segala menebal

Hingga segala derita kekerasan,

Jaya berdiri.


Baca: WALHI NTT: Perlunya Kesadaran Bersama Dalam Pengendalian Perubahan Iklim di NTT


Tersenyum kasihan,

Sang pemeluk teguh memandang anak-anak nya

Gembira diatas serakah

Tak berdaya binasa ditindas,

Yang lainnya lupa,

Bagaimana menghembuskan nafas dengan layak

Tanpa sedikit iba dari dewa Dewi anggkuh

Dunia begitu terang

Namun hati mulai kelam

Semua berawal dari manisnya bibir

Berujung derita berkesinambungan

Demi berdirinya pilar pilar besi

Yang ditatap sedih


Baca: Ingat! Perempuan, Bukan Barang Kepunyaan Laki-Laki (Feminisme)


Pada sepertiga persimpangan sana

Menteng mangkuk dipinggir jalan sembari mengibah

Kamukah yang cacat diatas kenormalan fisik berpura-pura?

Kamu terus memahat membingkai alun alun 

Ingin rasanya kuterjang Binatang jalang

Yang asyik terlentang

Bangga dengan fananya dunia

Bersamaan debu itu 

Membutakan mata jiwa tamak itu


Baca: Bupati Hery Nabit Mengecek Kondisi Aset Pemda di Langkas, Ada Apa Dengan Pemerintah Provinsi NTT?


Ku lihat dia mulai tertawa

Terkesan menang jiwa berkasa

Wajahnya sinis berkesan bengis

Melipat tangan nanangkuh

Menyoroti pilar besi

Yang tertata rapi

Siapa bisa mendunga

Bintang cerdas berdasi

Bermuara diatas alun-alun

Bersekutu dengan sipir penjara

Selamat untuk pilar besimu

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pilar Pilar Besi

Trending Now

Iklan