Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Saat Rindu dan Benci Menyatu, Arti Namaku Mati, Untukmu Ibu

Sarfin Fidin
Friday, March 4, 2022 | 18:44 WIB Last Updated 2022-03-05T00:05:02Z
Saat Rindu dan Benci Menyatu, Arti Namaku Mati, Untukmu Ibu
Saat Rindu dan Benci Menyatu, Arti Namaku Mati, Untukmu Ibu 


Kumpulan puisi Felisianus seperti Saat Rindu dan Benci Menyatu, Arti Namaku Mati, Untukmu Ibu memiliki makna filosofis yang luar biasa. Puisi-puisi ini muncul dari buah permenungan pribadi sang penyair.

Untuk mengetahui makna puisi, kamu membacanya hingga selesai. 

Baca: Revitalisasi Nilai Pendidikan Karakter Era Milenial di Indonesia (Sebuah Tinjauan Historis)

Oleh : Fr.  Felisianus M. Salvatore Jebuat


Saat Rindu dan Benci Menyatu


Fajar menyingsing di saat gelap lepas penat di semesta

Terik matahari tampaknya tak berhenti mengintip diri yang merintih  

Sore terlihat tenang dan damai 

Sementara matahari beranjak pergi meninggalkan dunia seorang diri


Kepenatan senja seakan menyesatkan

Burung-burung beramai-ramai mencari penginapan

Hembusan angin sepoi-sepoi menepis ingatanku pada senja 

Dipenghujung hayalan ini ku menanti hadir diri mu


Lamunan ku semakin jauh membawa diriku

Gunung-gunung jiwaku lalui

Samudera raya seakan tetesan embun pagi yang bersekutu

Mencintaimu bagaikan senja itu


Engkau berada di antara terang dan gelap

Meletakkan harapan tak pasti tuntas

Menitip keinginan berakhir ketidakpastian


Betapa ragunya ketika engkau jauh

Rindu dan benci seakan bermesrahan

Ketika gelap datang melenyapkan rasa rindu ini


Baca: Hampa Tanpa Aksara, Peraduan Kumal (Karya Guidella)


Arti Namaku Mati


Aku bagaikan pena yang tak terbentuk

Semakin aku menulis namaku 

Aku semakin tak menentu

Aku tak tahu siapakah aku?

Aku tak mengerti

Hingga detik ini aku masih tersesat


Dalam lamunan yang mampir sebentar

Pena yang melekat pada jariku 

seakan benda mati tanpa akhir

Arti namaku mati 


Menanti hadir arti aku yang lain

Takdir berkata lain

Aku pasti bukan yang lain

Selain aku seorang diri

Merangkak sendiri demi meniti jalan yang kupilih sendiri

Awal dan akhir hanya aku yang pasti


Baca: Menunggumu Sampai Pulang (Cerpen Pius Kanelmut)


Untukmu Ibu


Ketika aku dilahirkan ke dunia ini

Engkau menyapaku dengan senyuman manis-mu

Tanda terima kasihku hanyalah sebuah tangisan

Ketika usiaku tujuh tahun

Engkau memberiku hadiah sebuah bola kaki

Tanda terima kasihku hanyalah memecahkan kaca jendela tetangga


Ketika engkau membelikanku sepasang baju baru

Tanda terima kasihku hanyalah bermain lumpur setiap hari

Ketika zaman serba teknologi

Engkau memberikanku sebuah handpone

Tanda terima kasihku hanyalah tersenyum-senyum

Menatap layarnya sepanjang hari


Ketika usiaku tujuh belas tahun

Engkau membelikanku sebuah sepeda motor

Tanda terima kasihku hanyalah ugal-ugalan di jalan

Ketika engkau memberikanku uang jajan

Tanda terima kasihku hanyalah berjudi


Ketika engkau memberiku nasihat

Tanda terima kasihku hanyalah mengomel

Engkau tak pernah merasa dilukai

Ketika aku melukai hatimu

Dalam kamus hidupmu tak ada kata benci

Hanya ada kata cinta


Kini aku sadar, akau tahu bahwa aku salah

I’m sorry mom…please forgive me…

I love you mom..thank you mom…

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Saat Rindu dan Benci Menyatu, Arti Namaku Mati, Untukmu Ibu

Trending Now

Iklan