Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Ujian Praktek UAS Bergenre Budaya Manggarai Raya

Eugen Sardono
Kamis, 31 Maret 2022 | 09:51 WIB Last Updated 2022-03-31T03:14:54Z

 

Ujian Praktek UAS Bergenre Budaya Manggarai Raya
Ujian Praktek UAS Bergenre Budaya Manggarai Raya (foto ist.)



Ujian Praktek UAS Bergenre Budaya Manggarai Raya - Sebanyak 26 siswa dan siswi SMP Negeri 1 Komodo, dari kelas 9A, dibawah dampingan guru pengasuh mata pelajaran Seni Budaya, ibu Margareta Mur, S.Pd., melakukan, dan  menjalankan tugas profesi untuk melaksanakan  ujian  praktik siswa siswi  guna mendapatkan nilai ujian akhir sekolah bagi siswa siswi secara umum sesuai juknis yang telah diterbitkan oleh pemerintah melalui kementerian pendidikan dan ristek. 

Baca: Urgensitas SMK adalah Vokasional

Pelaksanaan ujian praktek ujian akhir sekolah berlaku umum untuk kelas 9 seluruh siswa siswi SMP Negeri 1 Komodo, sebanyak 245 orang siswa.  Sebagai salah satu syarat yang telah  diturunkan dari pemerintah, melalui dinas pendidikan dan kebudayaan;  mempertegas  bahwa pelaksanaan ujian sekolah pada masa pandemi covid-19 pada   tahun ketiga ini, di masa pandemi mewabah dunia, yang berimbas pada semua lembaga pendidikan di tanah air dan manca negara, mendorong semua pemangku kepentingan sekolah. Baik orang tua, komite sekolah, pemerintah, dan sekolah dan masyarakat, untuk senantiasa bahu membahu mendukung proses keberlangsungan pendidikan di negeri ini jangan sampai terputus di tengah jalan( losed educational ). Buktinya, kurang lebih sudah dua tahun proses pendidikan kita di negeri ini berjalan dari rumah, atau mengunjungi rumah pada titik titik pertemuan siswa, di kota, di desa, di kampung dan di pegunungan yang terjangkau dengan jaringan internet. 

Problema sistem pembelajaran jarak jauh selama ini dengan pendekatan daring dan atau virtual;  menemui beraneka persoalan dalam pelaksanaan pembelajaran . Terutama persiapan mental  siswa untuk menerima pembelajaran secara efektif dan efisien jauh dari harapan ideal, ketercapaian kurikulum pembelajaran, pengerjaan tugas tugas rumah, sesuai dengan materi modul yang telah disiapkan guru.  Di samping itu, persoalan terhimpit ekonomi sosial orangtua di rumah, patologis dan tekanan kejiwaan yang seolah olah terpenjarah dan  terkekang di rumah. Lewat Belajar Dari Rumah ( BDR).  

Baca: Silvester Joni Menyoroti Perpustakaan (Daerah) Yang Sepi Dikunjungi Peminat

Khabar semakin menggembirakan bagi sekolah kita; dari hari ke hari semakin landai dari keadaan pandemi corona, sejak awal Januari tahun 2022, sampai saat ini, rata-rata para guru dan pegawai sekolah serta para siswa sudah hampir 100% telah menerima program vaksinasi tahap 1 dan 2 bahkan para guru dan pegawai sudah terima vaksinasi tahap tiga, Boster. Kalau untuk SMP  Negeri 1 Komodo, hampir seratus Prosen(100%), telah divaksinasi. Menurut pengamatan penulis akhir akhir ini, sudah berjalan tiga bulan “KBM secara tatap muka terbatas”, hanya “dua “orang siswa yang terpapar virus Corona, dan menjalani program isolasi mandiri di rumah. Sekarang mereka sudah mengikuti KBM seperti biasa. 

Selain mata pelajaran Seni Budaya, yang diasuh oleh ibu Mar, juga yang diasuh ibu Reneldis Litum Bergita, S.Pd, biasa  disapa ibu Lis , sebagai Wakasek Urusan Kesiswaan. Juga, mata pelajaran Prakarya, yang diasuh oleh ibu Katarina Siena Wea, S.Pd, yang dipanggil dengan nama  familiar, ibu Ina, sebagai koordinator guru mata pelajaran tersebut. Yang dibantu oleh ibu prakarya yang lain, seperti Ibu Gradiana Senia, S.Pd., ( dengan nama panggilan akrab, ibu Di). Selain itu, ibu Made Suliati, S.Pd., ( ibu Made ) dan ibu Maria Wigberta Ate, S.Pd( dipanggil ibu Etin).  Guru PJOK dikoordinir oleh guru Flavianus Bantrang, dipanggil secara familiar, pa Fian dibantu pa Fransiskus Yurifanto, S.Pd( pa Frans). Untuk  Ujian praktek pendidikan Agama Islam diasuh oleh pa Syukurma, S.Ag dan ibu Nurfaizah, S.Ag.

Keempat mata pejajaran yang melakukan ujian praktek berjalan sesuai jadwal yang telah disusun oleh kurikulum, yang sudah berjalan dari hari Selasa- Kamis, 28-31 Maret 2022. Pengamatan penulis, semua siswa di  kelas amat gembira dan antusias untuk melaksanakan ujian praktek dibawah bimbingan guru mata pelajaran masing-masing. Menggunakan fasilitas ruang kelas dan lapangan olahraga yang tersedia. Kelihatan para siswa “cemplang Cemplong” ( bangkit dengan penuh semangat setelah keluar dari pandemi virus Corona, tidak ada beban psikologis, red. Istilah penulis ). 

Sedangkan guru mata pelajaran lain, yang tidak melaksanakan ujian  praktek; menyusun perangkat penilaian sesuai pedoman standar penilaian sesuai acuan standar penilaian yang sudah ada, penilaian mengikuti alur Permendikbud Nomor 57 Tahun 2021 Pasal 56 ayat( 3) tentang Standar Nasional Pendidikan, yang menyebutkan, bahwa evaluasi sistem pendidikan dalam dua bentuk yakni Asesmen Nasional dan analisis data satuan pendidikan, pendidik, tenaga kependidikan, dan pemerintah daerah. Selain itu, sesuai Kebijakan Ujian Sekolah dan Asesmen Nasional Tahun 2022, dan berdasarkan Hasil Rapat Dewan Guru SMP Negeri 1 Komodo, tanggal 28 Maret 2022. 

Keputusan Hasil Rapat Dewan Guru untuk Kelas 9, tahun pelajaran 2021/2022, menekankan bahwa, pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah kelas 9 berbasis Android/ Komputer, dalam bentuk kepanitiaan ujian akhir sekolah, dan kepengawasan ujian secara teoritis dilakukan di tiga tempat, yaitu di aula lantai dua, di laboratorium komputer, dan di ruang belajar perpustakaan sekolah. Mampu dijangkau oleh pcs internet sekolah dengan kekuatan daya mencapai 175 pcs. Pelaksanaan ujian akhir secara tertulis dilakukan secara online, mendayagunakan semua fasilitas computer yang ada, selain hp android  yang dimiliki oleh siswa yang dianggap mampu menyiapkan hp secara pribadi. Ujian Akhir Sekolah ( UAS), dimulai dari tanggal 18-22 April 2022. 

Sesuai dengan Permendikbud Nomor 43 Tahun 2019, Pasal 2, Pasal 5 ayat( 1); Ujian yang diselenggarakan oleh Satuan Pendidikan merupakan penilaian hasil belajar oleh Satuan Pendidikan yang bertujuan untuk menilai pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pejajaran. Bentuk ujian yang diselenggarakan oleh Satuan Pendidikan berupa a). Portofolio; b). Penugasan; c). Tes tertulis; dan/atau d). Bentuk kegiatan lain yang diterapkan Satuan Pendidikan sesuai dengan kompetensi yang diukur berdasarkan Standar Nasional Pendidikan. Tim analisis kurikulum sekolah mengumpulkan semua nilai peserta didik melalui para wali kelas, mendata dan mendokumentasikan nilai peserta didik dari semester satu sampai semester  enam selama  jenjang pendidikan menengah pertama dan sederajat.  Peserta didik dinyatakan lulus, apabila telah menyelesaikan semua program pembelajaran di sekolah selama masa pandemi covid-19, memperoleh nilai secara akademik, dari analisis rapor, analisis sikap dan akhlak mulia siswa, dengan penilaian rata rata baik. 

Di samping itu, peserta didik mematuhi semua ketentuan pembelajaran menurut aturan juknis pemerintah selama ini. Tingkat kehadiran siswa di kelas, dan mengerjakan tugas tugas secara bertanggungjawab dan mandiri.

Kenyataannya, proses pembelajaran dan penilaian selama masa pandemi ini, lebih menekankan “faktor kemanusiaan”, karena yang namanya siswa sebagai manusia pasti ingin berubah sikap dalam usaha pembelajaran demi meraih masa depan yang lebih baik. Siswa memiliki niat untuk belajar dimana saja dan dalam situasi apa pun secara mandiri dan kelompok melalui fasilitas yang tersedia di jaman yang serba canggih ini.  Tugas guru  dan orang tua hanya memfasilitasi dan memotivasi agar siswa bisa belajar untuk hidup demi masa depan yang tidak boleh terputus akibat pandemi Corona. Atau pun oleh penyebab lainnya.

Untuk  menyukseskan pelaksanaan ujian akhir sekolah (UAS) tahun pelajaran 2021/2022, dikoordinir oleh bidang kepanitiaan ujian sekolah, dengan struktur kepanitiaan sebagai berikut. Kepala Sekolah selaku penanggungjawab umum, dilaksanakan oleh Ketua Panitia, ibu Siti Nurfiati, S.Pd., selaku Wakasek Bidang Akademik. Wakil Ketua, ibu Reneldis Litum Bergita, S.Pd., selaku Wakasek Kesiswaan. Sekretaris, pa Kanisius Jerahu, S.Pd. dan koordinator tim teknis dipandu oleh operator  sekolah( website), ibu Richarda Mevy Djeradut, S.Si.

Kembali ke bagian ujian praktek Seni Budaya dalam ujian kelas 9, tergambar dari raut wajah, Penampilan ditambah asesoris budaya,   menunjukkan jiwa para siswa yang sungguh menyenangkan ketika melaksanakan tugas ujian praktek demi memenuhi syarat kelulusan akhir periode suatu pendidikan dasar  dan menengah, pada tingkat SMP sederajat, dan atau tingkat SMA sederajat. Sebagaimana mestinya mengikuti acuan umum Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2002 yang saat ini sedang  yudicial revieu oleh pemerintah dan DPR.  

Alunan suara  dan gerak gerik para siswa dan siswi dalam balutan busana daerah, menunjukkan tampilan yang memukau jiwa dan perasaan sedang penulis  simak   makna nada dan suara dalam syair dan lagu. Selain itu, penikmat seni apalagi di daerah pariwisata super premium Labuan Bajo dan sekitarnya, memiliki nilai rasa dan nilai plus untuk suguhan buat menghipnotis para wisatawan Nusantara dan mancanegara yang sering berkunjung ke kawasan taman wisata Komodo, Rinca, Padar, Batu Cermin, Cunca Wulang, Cunca Ramih, Sano Nggoang, Istanah Ular. Wisata Budaya berupa Tarian Caci Manggarai Raya, Tarian Ndundundake, Tarian Panen Panen, Tarian Tiba Meka, dan sebagainya. Wisata Rohani, seperti Gereja Tua Rekas di Kecamatan Mbeliling, Rumah Adat di Melo, dan sebagainya. Menuju ke wilayah Kabupaten Manggarai, seperti wisata Wae Rebo, Wisata Sawah Berbentuk Sarang Laba laba( Lodok). Wisata Liang Bua di Kecamatan Wae Ri’i, Rumah Wunut Adat Asli Manggarai Raya, dan lain sebagainya. Ke Manggarai Timur, seperti Rana Tonjong, terkenal dengan Bunga Teratai Raksasa,  yang terdapat di wilayah Manggarai Timur Utara, Rana Mese, sumber air minum dan wisata alam endemik. Pantai Mbolata di kecamatan Kota Komba. Cepih Watu di kawasan Selatan  kecamatan Borong. Tarian Vera, alias tarian atau” tarian ata  rongga”, dilindungi oleh Unicef, dan lain-lainnya. 

Penulis terkesima atas ujian praktek Seni Budaya sebagai sebuah kearifan lokal yang perlu dijaga dan dilestarikan dengan berbagai inovasi dan kreatifitas yang berkembang agar memperkuat khasanah budaya lokal bergenre nasional. Semoga dari kegiatan ini para peserta didik sebagai generasi penerus cita cita bangsa lebih tertarik untuk mempertahankan kearifan budaya lokal. Baik dari sisi asesoris budaya maupun karakter budaya asli orang Flores yang terkenal santun dan ramah tamah.   Hal ini memperkuat  magnet dan daya tarik  bagi para wisatawan datang ke Manggarai Raya dan sekitarnya. Dari kegiatan ujian Akhir Praktek Sekolah atau UAS menunjukkan bahwa tatanan muatan  kurikulum yang diterapkan di sekolah senantiasa berpikir global , regional  nasional dan lokal. Guna memperkaya khasanah budaya bangsa kita yang berbhinneka tunggal Ika , berbeda beda tetapi satu.  Semoga! 


Oleh: Fransiskus Ndejeng

Penulis adalah seorang praktisi pendidikan, pemerhati sosial dan lingkungan hidup, tunggal di Labuan Bajo, Jln. Soehadun Bandara Komodo Labuan Bajo. 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ujian Praktek UAS Bergenre Budaya Manggarai Raya

Trending Now

Iklan