Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Agar Tubuh Tetap Segar

Monday, August 15, 2022 | 11:35 WIB Last Updated 2023-02-09T06:46:10Z

 

Agar Tubuh Tetap Segar
Agar Tubuh Tetap Segar



Oleh: Sil Joni*


Saya berusaha 'mengais mutiara makana' di balik aktivitas yang sudah menjadi rutinitas. Kegiatan rutin tersebut kadang 'diabaikan' begitu saja sebab diterima sebagai kenyataan yang sudah seharusnya. Tetapi, sebetulnya ada banyak 'ilham' yang bisa ditangkap jika kita berusaha masuk ke kedalaman dari yang bersifat rutinitas tersebut.


Baca: Senyummu "Menggetarkan Jiwaku"


Refleksi sederhana ini bisa dilihat sebagai contoh kecil bagaimana menangkap 'nilai' yang tercecer dari apa yang masuk kategori rutinitas itu


Dalam setiap hari kerja, kurang lima menit pukul 10.00 WIB, para guru SMK Stella Maris dengan penuh semangat bergegas menuju 'ruang guru'. Biasanya, di sana sudah tersedia minuman dan kudapan yang masih hangat dan lezat. Masing-masing orang, dipersilakan untuk melayani diri sendiri dalam menyantap 'snack' ringan tersebut.


Sudah pasti, energi kita 'terkuras' ketika hampir tiga jam melaksanakan aktivitas pembelajaran dalam kelas. Snack time (waktu untuk menikmati minuman dan kudapan) menjadi momen ideal untuk 'memulihkan' kondisi tubuh yang agak kelelahan.


Pada sesi 'rehat' itu juga, para guru bisa saling sapa, bercanda, berbagi sukacita, melepaskan senyum-tawa sepuasnya, dan saling menatap serta sesekali saling 'menyentuh'. Dengan ini, energi dan spirit para guru, kembali bangkit seperti sediakala. Suasana dalam 'ruang guru' pada saat istirahat itu, dengan demikian, bisa menjadi salah salah satu faktor yang menentukan 'kebugaran' para guru dalam melaksanakan aktivitas selanjutnya.


Baca: Menyikapi Kondisi Terkini di Labuan Bajo dan Kawasan Taman Nasional Komodo


Saya kira, ini sebuah 'tradisi positif' yang patut dirawat. Minuman dan kudapan sebetulnya hanya sebagai 'sarana perjumpaan'. Yang paling penting adalah pelbagai 'ekspresi' yang kita perlihatkan dalam momen perjumpaan itu. Kata-kata, senyuman, tawariah, tatapan, sapaan, sentuhan dan aneka gestur lainnya, tentu bisa 'mengalirkan' energi sosial dan spiritual yang melimpah. Dengan demikian, dalam snack time itu, sebetulnya kita salaing 'mensuplai' energi kepada rekan atau kolega kita.


Karena itu, meja dan kursi dalam ruangan itu, sebetulnya bukan hanya tempat untuk meletakkan snack', tetapi juga wahana sosialisasi dan pengungkapan rasa persaudaraan. Bukan soal banyak dan lezatnya menu yang disantap, tetapi seberapa besar rasa cinta mengalir dalam ruang santapan itu. Dengan perkataan lain, bukan soal apa yang masuk saja yang diperhatikan, tetapi juga apa yang keluar dari kedalaman jiwa untuk dihidangkan dalam meja kebersamaan itu.


Itulah filosofi santapan yang dihidupi oleh para legium Stella Maris ketika 'ritual makan bersama' digelar di dalam ruang guru itu. Kami lebih mengutamakan 'suasana' ketimbang kandungan nutrisi yang masuk ke tubuh. Konsistensi dalam menciptakan dan memupuk rasa persaudaraan, soliditas dan solidaritas dalam komunitas, menjadi laku keseharian kami agar Stella Maris semakin manis dan tampil elok di hari esok.


Dengan formulasi lain, agar tubuh kami tetap segar-bugar, bukan hanya jenis snack yang diburu, tetapi juga 'susana psiko-sosial' yang bermutu. Suasana fraternitas yang harmonis dalam komunitas, menjadi asupan yang kaya nutrisi. Ketika saban hari, para guru mengonsumsi 'santapan raohani' yang berkualitas semacam itu, maka saya sangat optimis, gairah dalam melaksanakan tugas profesional tak pernah redup.


Benar bahwa kita tidak bisa beraktivitas maksimal ketika perut kosong. Tetapi, tidak dengan itu, perkara 'mengisi perut' menjadi obsesi. Yang jauh lebih penting adalah kita memastikan 'ruang batin' tidak menderita kehampaan akibat kurangnya pasokan energi afeksi dalam ruang perjumpaan sosial setiap hari.


Baca: Saat Ditanya, Siapa Yang Terbaik Antara "Sule Atau Andre", Nunung Blak-Blakan Pilih Sosok Ini, Begini Alasannya


Minuman dan kudapan, meski hanya sebagai 'sarana', tidak berarti keberadaannya tidak penting. Bagaimana pun juga, manusia itu terdiri dari badan, jiwa dan roh. Sebagai makhluk yang 'membadan', tentu manusia butuh 'sesuatu' untuk perkembangan dan kesehatan badannya. Badan butuh minuman dan makanan yang bergizi agar tetap fit sehingga bisa bekerja dengan optimal.



*Penulis adalah Staf pengajar SMK Stella Maris Labuan Bajo.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Agar Tubuh Tetap Segar

Trending Now

Iklan