Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Penutupan Jamran 4 Kwarran 1207 di Bawah Panas Matahari, Camat Satarmese Barat Beri Komentar Bernas

Suara BulirBERNAS
Monday, August 28, 2023 | 12:45 WIB Last Updated 2023-08-28T09:22:59Z
Penutupan Jamran 4 Kwarran 1207 di Bawah Panas Matahari,  Camat Satarmese Barat Beri Komentar Bernas

Penutupan Jamran 4 Kwarran 1207 di Bawah Panas Matahari,  Camat Satarmese Barat Beri Komentar Bernas (foto ist.) 





Kembur - Penutupan Jamran 4 Kwarran 1207 di bawah panas matahari,  Camat Satarmese Barat, Anselmus Janggur memberikan komentar bernas terkait nilai loyalitas, tanggung jawab,  rela berkorban, dan pantang menyerah sebagai bentuk pengamalan Trisatya dan dasa Dharma pramuka.


Baca: Pengalaman Baru Andik-Andik Gudep SDI Wongka dalam Jamran 4 Kwarran 1207 Sabar Tahun 2023


"Apel di bawah terik matahari menunjukan kesetiaan atau loyalitas yang tinggi pada tugas dan tanggung jawab,  rela berkorban demi kehormatan dan penegakan kode etik pramuka, pantang menyerah sebagai bentuk pengamalan Trisatya dan dasa Dharma pramuka", ujar Anselmus saat diwawancara BernasINDO.id, Senin, (28/08/2023).


Camat Anselmus menambahkan, kesuksesan kegiatan jamrran 4 tersebut tidak terlepas dari perwujudan prinsip budaya khas yang sudah menyatu dalam jiwa orang-orang Manggarai. 


"Kita sanggup menjalankan semua rencana, cita-cita dan harapan, seperti kegiatan Jamran yang kita jalankan dalam semangat prinsip bantang cama, reje lele, nai ca anggit tuka ca leleng, kope oles todo kongkol, neka bara bana neka tuka dio, cama lewang nggerpe'ang,cama po'e nggerone (kesepakatan bersama,  sehati sejiwa,  bersatu untuk kehidupan baik,  benar dan indah), sehingga kegiatan dapat dimulai dan berakhir dengan sukses dan gemilang", tambahnya. 


Camat Sabar itu memberi kesan-kesan positif terkait jamran 4 kwarran 1207 di kembur pada 24-27 Agustus 2023 tersebut. 


"Jamran tahun ini luar biasa, ekstraordinary, lengkap dan rapi serta semarak, peserta Jamran pastinya akan merasakan banyak manfaat dari kegiatan ini seperti kerjasama, tolong-menolong, disiplin , mandiri, cermat, takwa, cinta alam dan sesama serta nilai-nilai pramuka lainnya yang dapat dijadikan bekal bagi kehidupan generasi selanjutnya sebagai modal dasar pembangunan daerah ini khusus kecamatan Sabar yang kita cintai", ujarnya. 


Sebelum upacara penutupan, ada perayaan Ekaristi yang diakui sebagai bentuk kesadaran iman kepada Tuhan yang ditempatkan menjadi yang pertama dan terutama dalam hidup dan kehidupan.


Baca: Camat Satarmese Barat Ingatkan Filosofi 4R saat Pembukaan Jambore di Kembur


"Apapun yang kita lakukan dalam hidup ini baik secara individu, keluarga, kelompok, maupun masyarakat yakni berkat bimbingan, penyertaan dan perlindungan Tuhan yang memimpin seluruh kehidupan kita khususnya kegiatan Jamran dari awal sampai akhir. Keberhasilan dan pencapaian kita adalah anugerah Tuhan semata, sehingga kita diminta dan diharapkan untuk selalu jadikan Tuhan sebagai yang pertama dalam seluruh aktivitas hidup kita "Put the God First" karena Mori, atat nipu riwu ongko do par'n awo kolep'n sale, ulu'n le wa'in lau, tana'n wa awang'n eta. Di'a agu da't, mose agu mata dite, one lime de Morin.Hiang, momang agu Naring Morin ine Gori agu Gejur Dite nang tedeng len Amen (Tuhan yang mencipta dan melindungi segala sesuatu, awal dan akhir hidup manusia. Kiranya kita senantiasa memuji Tuhan yang selalu memberkati segala hasil karya kita selamanya)", terangnya. 


Baca: Harumkan NTT, SMKN 1 Satarmese Meraih 6 Medali di Olympiade Tingkat Nasional


Camat yang berdomisili di Pongpahar itu mengharapkan kegiatan kepramukaan semacamnya perlu dilanjutkan, dijaga, dirawat, dipelihara dan ditingkatkan sesuai kebutuhan jaman.





Oleh: Nasarius Fidin

Penulis adalah Pembina Pramuka di Gudep SMK Negeri 1 Satarmese

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Penutupan Jamran 4 Kwarran 1207 di Bawah Panas Matahari, Camat Satarmese Barat Beri Komentar Bernas

Trending Now

Iklan