Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Syair Kampus, Bandit-Bandit Kampus, Perihal Cinta, Bukan Selangkangmu (Antologi Puisi Arnolda Elan)

Sarfin Fidin
Wednesday, March 9, 2022 | 14:55 WIB Last Updated 2022-03-09T09:00:32Z
Syair Kampus, Bandit-Bandit Kampus, Perihal Cinta, Bukan Selangkangmu (Antologi Puisi Arnolda Elan)
Syair Kampus, Bandit-Bandit Kampus, Perihal Cinta, Bukan Selangkangmu (Antologi Puisi Arnolda Elan) - ilustrasi: google


Oleh: Arnolda Elan


Syair Kampus


Mahasiswa yang banyak 

Sepucuk surat berisi syair 

Menyebut namamu dalam barisannya

Mengolok mereka di ruangan kedap suara

Menghujam mereka yang bermuka hipokrit


Mahasiswa yang lugu

Sepucuk surat berisi syair 

Menulis tentangmu dalam baitnya

Menyalin dukamu yang setapak jalan penguasa

Meretas kemelaratnmu dalam Flamboyan gedung kampus


Mahasiswa yang Paripurna

Yang dijadikan kelinci percobaan

Yang pasif akan penindasan digital

Dijadikan boneka oleh mereka yang hierarki

Setelah itu lepas tangan busungkan dada


Mahasiswa yang tersayang

Wajah-wajah penuh peluh dekap tugas

Penuh sesak pikir registrasi

Sambar tegar untuk skripsi

Kampus bersyair

Untuk penghuninya


Baca: Catatan Harian Regina (Cerpen Videlis Gon)


Bandit-Bandit Kampus


Pagi-pagi menenteng tas

Derap langkah kaki beralaskan sepatu kulit 

Stelan jas berpadu dengan dasi bercorak batik

Senyum hipokrit menghias perjalanannya

Dihormati sepanjang masa jabatannya


Mereka itu

Yang mematahkan jiwa-jiwa aktivisme tunas bangsa

Yang ingin menjadi Borjuis

Yang saling menjatuhkan dan memperebutkan kursi rektor

Yang bermain petak umpet di lorong-lorong kampus

Mengucilkan kunci-kunci skripsi mahasiswa


Mereka itu

Calon Borjuis yang masif

Segala pedagogi yang penuh kelicikan

Dijadikan kelinci percobaan

Gedung kampus Yang megah

Adalah selimut kulit yang menutup segala aib

Mahasiswa lugu

Registrasi tiap semester

Selalu lemah setiap eskalasi registrasi

Dedikasi bandit-bandit

Semua demi apresiasi semata

Kampus megah

Bandit-bandit terpintar

Mahasiswa lugu

Jadi air mata ibu Pertiwi


Baca: Pilar Pilar Besi


Perihal Cinta, Bukan Selangkangmu


Siapa yang tertidur

Siapa yang ditiduri

Hingga tertulis

Pada pelipis

Puan, vaginamu teriris

Jari kelingking

Mengikat janji

Sembilu rindu

Liar membatu


Puan, selangkangmu rapuh

Duri menusuk

Menjahit birahi

Darah Nirmala

Enggan mengalir

Takut dosa


Baca: WALHI NTT: Perlunya Kesadaran Bersama Dalam Pengendalian Perubahan Iklim di NTT


Puan, sucimu lari

Derap langkah kaki

Menyibak tirai 

Afsun daksamu Puan

Nakal dalam bercumbu

Liar pula saat bermain

Puan, payudaramu terlepas

Jangan menangis puan

Sebab engkau berharga

Usap air matamu puan

Sebab engkau indah

Puan, perihal cinta

Bukan selangkangmu

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Syair Kampus, Bandit-Bandit Kampus, Perihal Cinta, Bukan Selangkangmu (Antologi Puisi Arnolda Elan)

Trending Now

Iklan