Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Mata Air Waekelambu, Jangan Mundur, Hardiknas, Berdamai, Tunggang-langgang Jalan Wetik Wol Rejing (Karya Fransiskus Ndejeng)

Sabtu, 07 Mei 2022 | 21:04 WIB Last Updated 2022-05-07T14:04:13Z

Mata Air Waekelambu, Jangan Mundur, Hardiknas, Berdamai, Tunggang-langgang Jalan Wetik Wol Rejing (Karya Fransiskus Ndejeng)
Mata Air Waekelambu, Jangan Mundur, Hardiknas, Berdamai, Tunggang-langgang Jalan Wetik Wol Rejing (Karya Fransiskus Ndejeng)

Oleh: Fransiskus Ndejeng

 

Mata Air Waekelambu

 

Dahulu mata air Waekelambu amat menjanjikan untuk setiap kebutuhan hidup masyarakat kota ini

Anak sekolah, masyarakat kota Labuan Bajo membutuhkan air dari sumber mata air Waekelambu

Mata air Waekelambu bagaikan oase bagi masyarakat kota Labuan  Bajo dahulu kala

 

Ketika itu, anak sekolah dan masyarakat,

berbondong-bondong datang dari berbagai sudut kota

Untuk Mencuci, mandi, mengambil air demi  kebutuhan hidup setiap hari tanpa henti

 

Tiada hari tanpa air sumber hidup dari mata air  Waekelambu untuk hidup setiap hari

Para Ibu mengambil air Waekelambu setiap pagi dan petang hari tiada henti

Kota Labuan Bajo gerah, panas membutuhkan air dari sumber mata air  Waekelambu

 

Mata air Waekelambu bak oase di Padang gurun Sahara nan panas merindu kesejukan tetesan air setiap hari

Saat ini, mata air Waekelambu seperti tak terurus lagi untuk kebutuhan hidup setiap hari bagi aku dan kamu

Namun, untuk orang-orang kecil dan orang sekitar sumber mata air waekelambu tanpa henti datang setiap hari

 

Air PDAM tidak terjangkau untuk orang orang kecil di seputaran sumber mata air Waekelambu

Mereka senantiasa tetap membutuhkan jasa baik tanpa bayar dari sumber air waekekambu

Mata air kelambu sangat berjasa untuk melayani kebutuhan hidup  setiap hari bagi sebagian orang kota ini

Oh Tuhanku, kami berterima kasih karena kami telah dibantu oleh jasa baik mata air Waekelambu.

 

Puisi ini ditulis sebagai refleksi atas peran penting sumber mata air Waemata bagi masyarakat kecil yang tinggal di sepanjang bantaran mata air Waekelambu untuk kebutuhan hidup, seperti: masak, mandi, dan kebutuhan lainnya. Jeritan hati mereka terdengar dan dapat terungkap dalam memori penulis puisi ini. Semoga!

 

Labuan Bajo, 1 Mei 2022. 

 

Baca: WALHI NTT Mendorong Pemerintahdi NTT Selamatkan Lingkungan dan Wilayah Pesisir

 

Jangan Mundur

 

Jangan pernah mundur selangkah nyamuk, marilah kita maju selangkah kuda

Sukseskan reuni Akbar SMPK  Romis Waerana awal bulan juli 2022

Kita kembali kepangkuan almamater tercinta untuk menengok  sejenak saja

Kita bersua muka melepas rindu bertemu teman lama nian bernostalgia

 

Ayo kawan, sahabat alumni sejagat kita diajak pulang sejenak saja

Sekian lama nian tak jumpah dengan ibu rahim yang membesarkan kita

Kisah kasih kita selalu terungkap dan tertuang dalam rasa dan relung hati  ketika itu...

Ketika kita ada bersama di SMPK Romis Waerana masa lalu, sungguh menakjubkan

 

Itu tak mungkin bisa ditarik ulang demi persahabatan Lama kita yang menyenangkan jiwa

Kita bernostalgia di bawah pohon mangga Sakti selalu untuk setiap siswa ketika reuni

Pohon mangga bukti sejarah memori indah  tersimpan masa lalu tersentuh perasaan dan jiwa kita

Jangan kita sia-siakan kisah kisah indah bersama sahabat sejati kita di masa lalu di momen reuni Akbar

 

Di masa sekolah, Di asrama Vila Adam, di asrama  Inviolata Kala itu kita sejiwa

Kita masih terasa imut imut anak ingusan masuk kompleks  Romis penuh romantika

Romantika cinta monyet anak bau kencur menawan rasa menyimpan rasa galau dan cinta

Berbaur kasih antara harapan cita cita dan cinta menyatu dalam kalbuku yang tersimpan sejenak

Oe kawan, sahabat, jangan mundur lagi, mari kita maju bersama sukseskan reuni Akbar SMPK Romis Waerana 2022.

 

Labuan Bajo, 30 April 2022.

 

Baca: Catatan Lepas, Selalu sajabegitu, Kisah sebuah waktu, Mengulek aksara

 

Hardiknas

 

Hardiknas, Hari Pendidikan Nasional Indonesia yang tercinta untuk semua

Hardiknas, tidak terluntah luntah untuk Indonesia  cerdas, cerdik demi  anak bangsa

Hardiknas, bangsa Indonesia adalah memperingati hari lahirnya pendidikan bangsa kita, Indonesia

Tampil sejajar bersama bangsa bangsa lain dimuka bumi, yang beradab, berkarakter mulia

Hardiknas, bergerak sejalan dengan kurikulum penggerak roda pendidikan bangsa bermutu

Yang maju tak gentar melalui semangat juang Ki Hajar Dewan Tara pejuang bangsa Indonesia

 

Di depan memberi contoh, di tengah, mendampingi, dan di belakang memberi motivasi,

Ingarso Sung tulada, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.

Hardiknas, membangkitkan semangat berbangsa dan bernegara Indonesia

Untuk tumbuh maju di tengah pergolakan radikalisme, terorisme bangsa beradab Indonesia

Pergolakan bangsa dan negara terhadap gangguan geopolitik Papua dari OPM, dan radikalisme pendidikan

 

Hardiknas, mengentaskan rakyat bangsa dan negara dari gangguan terhadap Pancasila dasar negara

Pemersatu semua suku bangsa dari keanekaragaman karakter, agama dan sosial budaya

Hardiknas, memperingati suka duka perjuangan nasib bangsa dari penjajahan atas kebodohan dan buta aksara bangsa

 

Hardiknas, berkomitmen untuk memperjuangkan cita cita luhur di depan gerbang kemerdekaan bangsa Indonesia

Untuk mencapai Indonesia cerdas, dalam pengetahuan, ketrampilan, sikap, imtaq dan berkarakter

Mulia di tengah masyarakat majemuk, taat asas, berpancasilais sejati dan global

 

Hardiknas, marilah kita bergerak bersama kurikulum penggerak Nasional dalam

merdeka mengajar dan merdeka belajar demi Indonesia Emas 2045

Sejalan dengan cita cita luhur pendiri bangsa Indonesia yang maju, adil, makmur, sejahtera dan damai

 

Labuan Bajo, 2 Mei 2022

 

Baca: Mencicipi Surga di Dunia (KonsepKebahagian dan Aktualisasinya dalam Kehidupan Sehari-hari)

 

Berdamai

 

Berdamailah mulai dari diri sendiri, rumah kita, tetangga dan rekan kerja kita

Hidup ini butuh damai untuk ketenangan hidup dalam suatu komunitas dunia

Hidup damai tanpa pertentangan, pertikaian, permusuhan

sesama anak manusia yang saling mencintai, hidup berdampingan

 

Hidup Damai sungguh dibutuhkan dalam komunitas hidup manusia yang utuh

Memiliki harkat dan martabat yang hakiki untuk membangun suatu komunitas dunia

Gotong-royong, mandiri, bebas dari belenggu SARA yang mengancam persatuan dan kesatuan Kita

 

Tegakkan toleran, solider, simpati, dan empati satu sama lain seperti tetangga bersaudara

Jauh dari musuh yang mengancam rasa damai antar sesama anak manusia yang diciptakan

Tuhan Maha pengasih lagi penyayang

 

Manusia membutuhkan damai di relung hati yang suci bersih tanpa noda dosa yang mengancam dunia ini.

Marilah kita berdamai dengan alam semesta dan segala isinya untuk kemuliaan nama Tuhan

 

Labuan Bajo, 1 Mei 2022.

 

Puisi ini disusun berdasarkan pengamatan dan refleksi atas kenyataan sosial yang tidak jarang menampilkan "wajah" permusuhan, peperangan, serta masalah sosial yang seperti  tidak pernah berhenti. Butuh gotong-royong dan cinta kasih untuk berdamai satu sama lain.

 

Tunggang-langgang Jalan Wetik Wol Rejing

 

Mari dansa ayo berdansa warga Manggarai barat tercinta

Kita nikmati perjalanan di jalur wetik, wol Rejing bergoyang ria terancam nyawa

Dalam berdansa sambil berjalan  tunggang langgang di jalur wetik wol Rejing

Ketika ujian akm siswa siswi SMP 2021 di wetik terganggu jaringan, menaiki kendaraan Dum truck

 

Tunggang-langgang menuju kota kecamatan yang terletak di ketinggian golowelu

Para siswa siswi terancam karena goyangan kendaraan berdansa ria tak teratur terancam jiwa

Untung sang ilahi masih kuat memberi kepercayaan pada sang kondektur untuk mengendalikan

kemudi kendaraan yang bergoyang ria dan bergonjang ganjing hampir jatuh kesana kemari

tunggang langgang mengancam nyawa pemilik masa depan negeri ini dari jalur ini

Hati siapa tak merasa sedih dan terganggu jiwa ketika melewati jalan ini dari tahun ke tahun.

 

Siapa yang tak tahu di wetik sana ada sekolah tua berumur lima puluhan tahun bahkan

telah menghasilkan SDM mumpuni sebagai bekas hamente Kolang zaman dahulu kala...

Mereka menyebar diberbagai tempat dan profesi pengabdian untuk umat dan rakyat

Manggarai Barat yang tercinta, pasti tersentuh hati dan perasaan ketika melewati jalur wetik, wol dan Rejing

 

Ada imam, Ada uskup, ada wartawan, ada politisi, ada kaum awam, ada birokrat  yang handal

Menduduki posisi penting di negeri ini jebolan dari jalur wetik, wol dan Rejing itu

Hati siapa tak terenyuh dan tak terkesima, mendengar berita media online dan fakta dari jalur ini,

yang mengancam nyawa tunggang langgang dalam berkendara pergi pulang

 

Ketika bertugas setiap hari dan ketika pulang kampung  halaman setiap akhir pekan melewati jalur ini...

Di kampung Dadar,  ada taman baca bagi anak sekolah yang mendapat restu pegiat literasi nasional

dibawa kepemimpinan presiden  Jokowi sejak tahun 2017 yang lalu.

Di jalur ini ada wisata budaya magis batu Umpu yang penuh mistik berdiri kokoh

tanpa suara di tengah sunyi kesepian namun berganda makna yang tersimpan rahasia alam semesta ini.

 

Penulis menulis puisi ini dari fakta lapangan ketika beberapa kali lewat jalur Wetik Wol Rejing.

 

Labuan Bajo, 8 Mei 2022.

 

 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mata Air Waekelambu, Jangan Mundur, Hardiknas, Berdamai, Tunggang-langgang Jalan Wetik Wol Rejing (Karya Fransiskus Ndejeng)

Trending Now

Iklan