Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

TENTANG ANAK

Monday, July 25, 2022 | 21:49 WIB Last Updated 2022-07-25T15:00:53Z

 

TENTANG ANAK
Sil Joni

BernasINDO.id - Sebutan 'buah cinta' untuk anak, mungkin belum sepenuhnya menampung 'hakikatnya' sebagai anak. Predikat itu cenderung eksklusif dan membenarkan klaim kepemilikan absolut orang tua. Ada semacam tendensi memperlakukan anak sebagai 'properti' yang diformat sesuai interese parsial orang tua.

Baca: Antologi Puisi Venansius Alfando Satrio

Persepsi yang bias terhadap anak bisa menjadi biang kerok munculnya sikap eksploitatif, intimidatif, dominatif, dan diskriminatif terhadap anak. Karena itu, upaya 'mengais' bongkahan makna luhur yang melekat dalam tubuh anak, tidak hanya relevan tetapi sangat aktual dan urgen bagi orang tua untuk meminimalisasi aktus deviatif terhadap anak.

Refleksi dari samudra kesustraan dan langit filsafat, mungkin sangat berguna untuk menyingkap aura mulia yang memancar dari wajah anak-anak kita. Tentang anak, penyair dari Libanon, Khalil Gibran menulis sebuah 'renungan puitis-filosofis' yang bernas.

Baca: Perjumpaan Terakhir Di Bawah Pohon Ara

Saya menyuguhkan secara utuh hasil refleksi sang maestro dalam tulisan ini. Selamat membaca!


"Anakmu Bukanlah Milikmu 

Anak adalah kehidupan,

Mereka sekedar lahir melalu mu tetapi bukan berasal darimu.

Walaupun bersamamu tetapi bukan milikmu,

Curahkan kasih sayang tetapi bukan memaksakan pikiranmu

karena mereka dikaruniai pikirannya sendiri


Berikan rumah untuk raganya, tetapi tidak jiwanya,

Karena jiwanya milik masa mendatang

Yang tak bisa kau datangi

Bahkan dalam mimpi sekalipun


Bisa saja mereka mirip dirimu, tetapi jangan pernah

menuntut mereka jadi sepertimu.

Sebab kehidupan itu menuju ke  depan, dan

Tidak tenggelam di masa lampau.


Kaulah busur,

Dan anak – anakmulah anak panah yang meluncur.

Sang Pemanah Maha Tahu sasaran bidikan keabadian.

Dia menantangmu dengan kekuasaan-Nya,

hingga anak panah itu melesat,

jauh serta cepat.


Baca: Hampa Tanpa Aksara, Peraduan Kumal (Karya Guidella)


Meliuklah dengan sukacita

Dalam rentangan Sang Pemanah,sebab Dia

Mengasihi anak- anak panah yang melesat laksana kilat,

Sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap".


Oleh: Sil Joni

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • TENTANG ANAK

Trending Now

Iklan