Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

"Mabar Bangkit" Terhadang Krisis Panjang

Suara BulirBERNAS
Thursday, October 6, 2022 | 18:15 WIB Last Updated 2023-02-04T06:18:33Z
"Mabar Bangkit" Terhadang Krisis Panjang
 "Mabar Bangkit" Terhadang Krisis Panjang



Oleh: Sil Joni*


Ungkapan "Mabar Bangkit Mabar Mantap", cukup populer dalam pentas kontestasi Pilkada Mabar, tahun 2020 yang lalu. Soalnya, frase itu merupakan 'slogan politik unggulan' dari pasangan calon (Paslon) Edi-Weng kala itu. Boleh jadi, kemenangan yang 'dituai' oleh Paslon Edi-Weng saat itu, tidak terlepas dari 'daya pikat' yang melekat dalam semboyan itu. Publik konstituen menaruh ekspektasi yang besar kepada Paslon itu, agar Mabar benar-benar bangkit dan bergerak menuju fase yang mantap.


Baca: "Belajar Beratap Langit"


Setelah hampir dua tahun berlalu pasca kontestasi, pertanyaannya adalah apakah visi Mabar Bangkit dan Mabar Mantap itu, sudah termanifestasi? Jika iya, apa indikator real untuk menilai kebangkitan dan kemantapan Mabar itu? Seberapa jauh 'pergerakan Kabupaten' ini setelah mengalami kebangkitan politik itu? Benarkah Mabar telah bergerak atau berlangkah menuju titik yang semakin mantap?


Tetapi, jika jawabannya bersifat negatif (belum bangkit), pertanyaannya adalah mengapa Mabar belum juga 'bangkit' setelah mendapat intervensi politik dari rezim Edi-Weng? Faktor-faktor apa yang menghambat terjadinya proses 'kebangkitan' itu? Apa yang mesti segera dibuat agar upaya 'membangkitkan Mabar' bisa terwujud? Siapa yang bertanggung jawab terhadap factum 'belum bangkit' itu? Masihkah ada secercah optimisme soal  termanifestasinya narasi kebangkitan' itu dalam satu atau dua tahun ke depan?


Sampai detik ini, kita belum mendapatkan semacam 'hasil evaluasi yang komprehensif dan obyektif' terkait kinerja rezim ini. Belum ada lembaga yang concern dengan upaya melakukan survei kepuasan publik terhadap prestasi kerja politik pemerintah daerah (Pemda) Mabar. Kita tidak tahu pasti apakah program-program politik yang ditawarkan rezim Edi-Weng dalam kontestasi kemarin untuk mewujudkan visi Mabar Bangkit Mabar Mantap, sudah dilaksanakan secara optimal atau tidak.


Di tengah kurangnya pasokan informasi perihal pengimplementasian visi Mabar Bangkit, kita terbantu dengan 'liputan khusus' yang dibuat oleh jurnalis Media Indonesia, Yohanes Lewar. Kendati reportase itu hanya berpusat pada isu bangunan sekolah yang sudah lapuk dan rusak di beberapa Desa di Mabar, setidaknya, melalui pemberitaan itu, tersingkap dengan jelas alasan mengapa visi Mabar Bangkit tak kunjung terwujud.


Dalam pemberitaan yang dimuat dalam kolom Fokus Media Indonesia, Rabu (5/10/2022), sang jurnalis berhasil memancing tanggapan bupati Mabar, Edistasius Endi terkait buruknya mutu dan infrastruktur pendidikan di Mabar.


Baca: Melampaui Intensi 'Menjaring Opini Publik'


Bupati Edi menegaskan bahwa Pemda Mabar tetap berkomitmen untuk mendorong kemajuan sektor pendidikan. "Kami akan terus bergerak untuk melakukan kebangkitan dan restorasi pendidikan menuju Mabar Bangkit dan sejahtera", ungkap bupati Edi.


Hanya saja, demikian Edi Endi, tekad itu 'terhadang krisis yang panjang'. Untuk diketahui, bupati Edi mulai mangabdi pada saat Mabar sedang 'diterjang badai pandemi Covid-19'. Sebagian besar dana 'tersedot' untuk urusan pencegahan dan penanganan pandemi itu.


Meski saat ini, pandemi agak melandai, tetapi krisis inflasi, ternyata berdampak juga bagi keberhasilan penerapan proyek kesejahteraan publik. Pemda Mabar mesti berjibaku untuk memulihkan kondisi ekonomi warga yang dihantam pandemi dan inflasi itu.


Selain itu, masih menurut bupati Edi, penanganan masalah gizi buruk dan stunting, menjadi salah satu fokus perhatian Pemda Mabar selama ini. Isu stunting ini butuh penanganan dan perhatian yang serius sehingga terkadang, agenda lain terpaksa ditunda dulu pelaksanaannya.


Dari penjelasan di atas, kita mendapat gambaran bahwa spirit Mabar Bangkit Mabar Mantap itu, harus terbentur tembok krisis yang besar. Sejumlah krisis yang disebutkan di atas bisa dianggap sebagai penyebab mengapa Mabar belum bisa bangkit secara optimal.


Itu berarti, harus diakui bahwa rezim Edi-Weng tidak 'tinggal diam' selama ini. Mereka sudah berbuat dan berjuang semaksimal mungkin agar Mabar 'segera bangkit' dan bergerak maju. Semua potensi politis mereka sudah 'dikerahkan' dengan baik. Namun, karena harus melewati 'jalan krisis yang terjal', maka hasilnya memang belum memuaskan.


Baca: Deklarasi, Komunikasi Politik, dan Mimpi Jadi Bupati Super Premium


Kita berharap agar setelah krisis demi krisis berangsur pulih, Pemda Mabar bisa mengaktualisasi "talenta politik"  mereka, dalam mewujudkan cita-cita bersama, Mabar Bangkit Mabar Mantap. Pemda Mabar bisa lebih fokus dalam mengelola pelbagai aset strategis dan mengimplementasikan program politik yang pro pada dimensi kemaslahatan publik.



"Penulis adalah warga Mabar. Tinggal di Watu Langkas.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • "Mabar Bangkit" Terhadang Krisis Panjang

Trending Now

Iklan