Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Sekolah Online, Nasib Anak Kelas Satu SD

Sarfin Fidin
Tuesday, March 15, 2022 | 17:39 WIB Last Updated 2022-03-15T11:42:59Z

 

Sekolah Online, Nasib Anak Kelas Satu SD
Sekolah Online, Nasib Anak Kelas Satu SD (ilustrasi: banguwangi)

Sekolah Online, Nasib Anak Kelas Satu SD - Semester baru ini akan kembali belajar daring. Belajar daring ini bertujuan agar kesehatan tetap terjaga. Juga untuk menghindari penularan virus. Kembali belajar daring anak kelas satu SD yang belum pernah masuk sekolah secara fisik akan hidup dalam kerinduan. Rindu untuk pakai seragam berjalan bersama teman-teman ke sekolah. Selama satu semester ini mereka hanya menjumpai temannya melalui layar hanphone atau laptop. Mereka belum secara tatap muka. Hal ini membuat mereka belum terlalu akrab.

Masa memasuki sekolah dasar itu masa mulai berjumpa dengan banyak teman. Mulai dilatih untuk fokus, disiplin dan berjuang dalam belajar. Mereka akan dilatih untuk bisa duduk tenang di kelas dan mendengarkan penjelasan guru. Pandemi covid-19 ini membuat anak yang baru memasuki kelas satu SD belum mengalami itu. Mereka harus terpaksa belajar dari rumah.

Baca: "Dua Tetapi Satu, Satu Tetapi Dua” (Semyopal dan SMAK St. Ignatius Loyola Tempo Doeloe)

Kembali belajar dari rumah membuat kedisplinan anak kelas satu SD belum terlatih. Dalam proses belajar mereka masih dapat manja dengan orang tua, bahkan masih bisa untuk menonton. Orang tua tentu sulit untuk mendampingi mereka. Mereka jadi pribadi tidak mandiri. Karena masih manja-manja dengan orang tua saat proses belajar. Bahkan mereka menangis kalau tidak dibelikan barang yang mereka mau saat sekolah berlangsung. Orang tua kewalahan.

Semester ini kembali belajar daring, orang tua tetap menjadi prioritas dalam membangkitkan semangat belajar anak. Orang tua harus berusaha menemukan metode yang tepat di semester baru inin dalam mendampingin anak mereka yang kelas satu SD. Sebagai orang tua mereka harus berusaha menemukan cara agar anaknya mulai mandiri dalam belajar.

Baca: Celana Dalam Robek (Cerpen Fransiska Aurelia Susana)

Anak kelas satu SD saat sekolah daring tentu tidak takut dengan orang tuanya. Berbeda dengan sekolah tatap muka di sekolah. Anak kelas satu SD pasti ada ketakutan dengan gurunya. Untuk itu kembali belajar secara daring masih membawa beban bagi orang tua.

Menurut saya dalam sekolah tatap muka nantinya misalnya saat kelas dua. Mereka akan masih seperti memasuki kelas satu sekolah dasar. Mereka masih belum bisa bergaul bebas dengan teman-temannya. Karena belum akrab. Mereka masih binggung mencari kelas. Masih binggung duduk. Dan juga mereka pasti ada yang tidak tahu nama guru-gurunya.

Saya masih ingat pengalaman saya saat memasuki kelas satu SD. Saya dengan penuh semangat pergi ke sekolah di hari pertama. Satu minggu kemudian saya meminta bapak yang mengantar saya, karena saya malas ke sekolah. Bapak pun mengantar saya ke sekolah. Berlama-lama saya menyadari bahwa saya harus mandiri. Anak-anak yang kelas satu SD sekarang, saya takut ada yang mengalami ini saat memasuki kelas dua. Di saat sekolah tatap muka berlangsung.

Dua hal yang dialami anak kelas satu SD saat ini:

Pertama, belum mengenal teman-temannya. Anak-anak kelas satu SD saat ini belum mengenal teman-teman kelasnya. Mereka masih binggung nama dari temannya,

Kedua, tidak bisa belajar secara mandiri. Anak-anak kelas satu SD saat ini belum bisa belajar secara mandiri. Mereka masih bergantung pada orang tuanya.

Dua hal yang dialami guru kelas satu SD  dalam sekolah daring:

Pertama, tidak dapat mengukur kemampuan murid secara pasti. Karena mungkin yang mengerjakan tugas-tugas yang diberikan, mungkin saja bukan anak itu. Mungkin orang tua atau kakaknya yang mengerjakan. Sehingga guru kelas satu SD kesulitan dalam mengukur kemampuan muridnya. Bahkan mungkin dia kewalahan memberikan nilai untuk setiap anak.

Baca: Catatan Perjalanan Literasi dan Ekologi

Kedua, tidak mengenal secara baik muridnya. Guru kelas satu SD tidak dengan pasti mengenal nama murid-muridnya. Dia mungkin belum mengenal yang nama ini orangnya yang mana.

Dua hal yang dialami oleh orang tua saat sekolah daring:

Pertama, setia mendampingi anak selama sekolah berlangsung. Orang tua akan setia berada disamping anak dalam proses belajar. Tujuannya agar si anak mau mendengarkan ajaran dari guru.

Kedua, berbagi waktu. Orang tua akan kewalahan dalam membagi waktu kerja dan mendampingi si anak. Dia akan tidak fokus dalam kerjanya. Kalau tidak didampingi mungkin anaknya akan pergi bermain.

Dua hal yang harus dilakukan orang tua dalam sekolah daring di semester ini:

Pertama, orang tua harus tegas dalam mengarahkan anak. Mencoba untuk tidak memanjakan anaknya. Agar anak disiplin dan fokus dalam mengikuti sekolah.

Kedua, orang tua harus melatih menjadi guru dengan mengajar anaknya materi-materi. Karena mungkin anak tidak mengerti yang dijelaskan oleh gurunya. Maka orang tua harus mengajarkan kembali anaknya setelah proses belajar berakhir. Materi yang dipelajari tadi diajarkan ulang olehnya pada.


Oleh: Charly Duhar

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Sekolah Online, Nasib Anak Kelas Satu SD

Trending Now

Iklan