Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Pendidikan Dan Teknologi

Suara BulirBERNAS
Friday, December 9, 2022 | 20:27 WIB Last Updated 2023-02-02T10:34:41Z
Pendidikan Dan Teknologi
Pendidikan Dan Teknologi (foto ist.)



Pendidikan Dan Teknologi - Model pendidikan jaman dahulu adalah pendidikan konvensional atau Pendidikan klasik. Peserta didik dianggap sebagai gelas kosong yang siap diisi. Guru adalah satu-satunya sumber pengetahuan. Dengan lain perkataan, murid datang untuk menerima dan menampung pengetahuan dari Sang Guru. 


Baca: SMK Negeri 1 Satarmese Gelar Ujian Hari Pertama, Baca Komentar Peserta Didik Di Sini


Pendidikan sekarang tidak terlepas dari teknologi. Teknologi sebagai golden bridge agar bisa menghubungkan siswa dan guru. Guru yang gagap teknologi dewasa ini akan menjadi orang asing di tengah dunia Pendidikan. Pendidikan merupakan sarana untuk menyiapkan sumber daya manusia generasi masa kini dan sekaligus masa depan. UU No. 20 Tahun 2003 bab 1 pasal 1 ayat 1 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas)  menyatakan bahwa : 


“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.”


Dengan kesadaran di atas, murid tidak lagi dilihat sebagai kertas kosong atau gelas kosong. Tugas guru hanyalah berusaha mengembangkan talenta yang sudah ada di dalam diri peserta didik. Murid ibarat “pemantik” dan tugas guru adalah menyalakan api yang sudah ada. Setiap peserta didik memiliki di dalam dirinya talenta atau potensi. Tugas guru adalah memantik agar tahu, ke  mana arah murid ini ke depannya.


Tugas pendidik tidak saja menjadi teman, orang tua, tetapi juga menjadi motivator yang bisa memberikan dunia baru kepada peserta didik. A mother gives a birth, a teacher give a world. Guru adalah pembuat mukjizat, ia bisa mengubah murid yang dari pemantik tadi menjadi sebuah pemantik yang menghasilkan cahaya dan api. Potensi di dalam diri murid perlu diaktuskan dengan sebuah pemahaman guru.


Tugas guru adalah sebagai seorang sumber pengetahuan dan pembelajar. Kata pembelajaran berasal dari kata belajar mendapat awalan “pem” dan akhiran “an” menunjukkan bahwa ada unsur dari luar (eksternal) yang bersifat “intervensi” agar terjadi proses belajar. Jadi pembelajaran merupakan upaya yang dilakukan oleh faktor eksternal agar terjadi prose belajar pada diri individu yang belajar. 


Baca: Manusia Sebagai Mahluk Otonom: 3) Bersikap Kritis Terhadap Ideologi dan Gaya Hidup yang Berkembang Dewasa Ini


Pembelajaran pada hakikatnya adalah suatu proses, yaitu proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar peserta didik sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong peserta didik melakukan proses belajar. Pembelajaran juga dikatakan sebagai proses memberikan bimbingan atau bantuan kepada peserta didik dalam melakukan proses belajar. Peran dari guru sebagai pembimbing bertolak dari banyaknya peserta didik yang bermasalah. 


Dalam belajar tentunya banyak perbedaan, seperti adanya peserta didik yang mampu mencerna materi pelajaran, ada pula peserta didik yang lamban dalam mencerna materi pelajaran. Kedua perbedaan inilah yang menyebabkan guru mampu mengatur strategi dalam pembelajaran yang sesuai dengan keadaan setiap peserta didik. Oleh karena itu, jika hakikat belajar adalah “perubahan”, maka hakikat pembelajaran adalah “pengaturan”. 


Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa pembelajaran adalah proses interaksi pendidik dengan peserta didik dan sumber belajar yang berlangsung dalam suatu lingkungan belajar.  Secara Nasional, pembelajaran dipandang sebagai suatu proses interaksi yang melibatkan komponen-komponen utama, yaitu peserta didik, pendidik, dan sumber belajar yang berlangsung dalam suatu lingkungan belajar, maka yang dikatakan dengan proses pembelajaran adalah suatu system yang melibatkan satu kesatuan komponen yang saling berkaitan dan saling berinteraksi untuk mencapai suatu hasil yang diharapkan secara optimal sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. 


Proses pembelajaran ditandai dengan adanya interaksi edukatif yang terjadi, yaitu interaksi yang sadar akan tujuan. Interaksi ini berakar dari pihak pendidik (guru) dan kegiatan belajar secara pedagogis pada diri peserta didik, berproses secara sistematis melalui tahap rancangan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pembelajaran tidak terjadi seketika, melainkan berproses melalui tahapan-tahapan tertentu. Dalam pembelajaran, pendidik menfasilitasi peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Dengan adanya interaksi tersebut maka akan menghasilkan proses pembelajaran yang efektif sebagaimana yang telah diharapkan.


Pembelajaran adalah aspek kegiatan yang kompleks dan tidak dapat dijelaskan sepenuhnya. Secara sederhana, pembelajaran dapat diartikan sebagai produk interaksi berkelanjutan antara pengembangan dan pengalaman hidup. Pada hakikatnya, Trianto mengungkapkan bahwa pembelajaran merupakan usaha sadar dari seorang guru untuk membelajarkan peserta didiknya (mengarahkan interaksi peserta didik dengan sumber belajar lain) dengan maksud agar tujuannya dapat tercapai. Dari uraiannya tersebut, maka terlihat jelas bahwa pembelajaran itu adalah interaksi dua arah dari pendidik dan peserta didik, diantara keduanya terjadi komunikasi yang terarah menuju kepada target yang telah ditetapkan.


Pola pembelajaran yang terjadi saat ini seringkali masih bersifat transmisif, yaitu siswa secara pasif menyerap struktur pengetahuan yang diberikan guru atau yang ada pada buku pelajaran saja. Adapun menurut Hudojo, menyatakan bahwa system pembelajaran dalam pandangan konstruktivis memberikan perbedaan yang nyata. Ciri-cirinya adalah: (a) siswa terlibat aktif dalam belajarnya. Siswa belajar materi secara bermakna dengan bekerja dan berpikir, dan (b) informasi baru harus dikaitkan dengan informasi sebelumnya sehinya menyatu dengan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa.


Jadi, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran ini dilakukan oleh dua orang pelaku, yaitu guru dan siswa. Perilaku guru adalah mengajar dan perilaku siswa adalah belajar. Perilaku mengajar dan perilaku belajar tersebut tidak terlepas dari bahan pelajaran. Dengan demikian, pembelajaran pada dasarnya adalah kegiatan terencana yang mengkondisikan atau merangsang seseorang agar dapat belajar dengan baik, sehingga kegiatan pembelajaran ini bermuara pada dua kegiatan pokok, yaitu bagaimana orang melakukan tindakan perubahan tingkah laku melalui kegiatan belajar dan bagaimana orang melakukan tindakan penyempaian ilmu pengetahuan melalui kegiatan mengajar. Oleh karena itu, makna pembelajaran merupakan tindakan eksternal dari belajar, sedangkan belajar adalah tindakan internal dari pembelajaran.


Baca: Ketua PGRI Se-Kecamatan Satarmese Barat: Kehadiran dan Peran Guru Takkan Pernah tergantikan


Salah satu metode pembelajaran dalam Kurikulum 2013 dan Merdeka Belajar adalah peran teknologi. Teknologi berperan dalam menganimasi peserta didik. Metode power point dan animasi memberikan semangat bagi peserta didik agar bisa mengenal materi pembelajaran dengan baik.


Generasi sekarang lahir disambut oleh teknologi. Maka, tantangan guru-guru tua adalah menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman. Jaman yang bisa memberikan sebuah gambaran bahwa golden bridge dalam dunia Pendidikan adalah teknologi. Pengalaman saya selama mengajar di SMP 7 Reok tidak terlepas dari manfaat Pendidikan itu sendiri. Selain itu mampu beradaptasi dengan peserta didik yang lahir dalam generasi net. Generasi yang serba terbiasa dengan aplikasi dan teknologi. 



Penulis: Reginus Roynaldo Bomans, S. Pd

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pendidikan Dan Teknologi

Trending Now

Iklan