Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Anggota MKKS SMK Kota Tangerang dan Kabupaten Serang "Studi Banding" di SMK Stella Maris

Suara BulirBERNAS
Thursday, February 16, 2023 | 17:42 WIB Last Updated 2023-02-16T10:59:02Z

Oleh: Sil Joni*


Anggota MKKS SMK Kota Tangerang dan Kabupaten Serang "Studi Banding" di SMK Stella Maris
Anggota MKKS SMK Kota Tangerang dan Kabupaten Serang "Studi Banding" di SMK Stella Maris (foto ist.)



Tahun lalu, tepatnya tanggal 29 Juli 2022, sebanyak 21 anggota Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Banyuasin, Propinsi Sumatera Selatan, datang 'studi banding' di SMK Stella Maris. Hari ini, Kamis (16/2/2023), sekolah ini kembali mendapat kehormatan sebagai sekolah tujuan bagi 15 anggota MKKS dari Kota Tangerang dan Kabupaten Serang, Propinsi Banten.


Baca: Demi Masa Depan Anak-anak Stella Maris (Apresiasi untuk Panitia ANBK)


Mereka tiba di gerbang utama (gapura) sekitar pukul 15.00. Para guru dan siswa/i SMK Stella Maris sudah 'stand by' di gapura dan membentuk pagar hidup (betis) menuju ruang penerimaan, Hotel SMK Stella Maris. Di pintu gerbang Hotel, mereka diterima menurut tata adat orang Manggarai. Selanjutnya, rombongan diarak dengan lagu dan tarian menuju ruang pertemuan.


Tidak hanya itu, para siswa yang tergabung dalam kelompok Sanggar Seni Stella Maris, masih melantunkan syair-syair kegembiraan ketika para tamu dan segenap warga sekolah, duduk bersilah dalam ruangan Hotel. Dari penampilan semacam itu, terlihat dengan jelas betapa 'senangnya' komunitas SMK Stella Maris hari ini.


Ada yang menarik dalam suasana penerimaan hari ini. Pihak panitia mengatur ruangan sedemikian agar para tamu dan warga Stella Maris bisa duduk bersilah (lonto leok). Acara sambutan dan sharing praktik baik (best practices), dibuat dalam posisi duduk melingkar itu.


Dalam sesi 'sharing', beberapa Kepala Sekolah dengan antusias membagi pengalaman dan keunggulan yang ada di sekolah masing-masing dan memberikan beberapa pertanyaan berbobot terkait tingkat keterserapan lulusan SMK di dunia kerja selama ini. Sharing dan pertanyaan-pertanyaan pemantik tersebut, direspons dengan sangat baik oleh ketua MKKS Manggarai Barat (Mabar), ibu Hortensia Herima dan Kepala SMK Stella Maris, Rm. Kornelis Hardin, Pr.


Seorang guru dari SMK Stella Maris, Stefan Rafael didaulat oleh pembawa acara, Sil Joni untuk membagi praktik baik di hadapan kelompok MKKS Propinsi Banten. Pak Stefan terlihat begitu antusias dan penuh semangat dalam membagi pengalamannya, terkait program penanganan sampah plastik bersama anak-anak dari program Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI).


Biasanya, Indonesia Bagian Barat menjadi kiblat pelaksanaan kegiatan bertajuk "studi komparasi". Beberapa kota atau tempat kenamaan di wilayah Barat, selalu dinominasikan sebagai opsi jika program studi banding digelar. Warga Indonesia bagian Timur, cenderung menganggap Indonesia Barat lebih maju dan menjadi rujukan dalam meningkatkan kualitas penataan atau pengelolaan sebuah lembaga atau instansi.


Karena itu, saya sepakat dengan Kepala SMK Stella Maris, Rm. Dino bahwa mungkin istilah 'studi banding' itu terlalu besar. Kita tahu bahwa SMK di Jawa umumnya sangat maju dan bermutu. Masih ada ketimpangan dalam hal kualitas antara sekolah di kawasan Barat dan Timur Indonesia.


Namun, entah mengapa baik  anggota MKKS SMK Kabupaten Banyuasin, Sumsel maupun anggota MKKS dari Propinsi Banten, justru memilih kawasan Timur, Labuan Bajo sebagai lokasi 'kegiatan studi banding' itu. SMK Stella Maris boleh berbangga sebab kedua tim MKKS itu 'memilih' sekolah ini sebagai 'tempat belajar'. Boleh jadi, akan ada lagi sekolah dari kawasan Barat yang mau berstudi komparasi di sini.


Rasa bangga itu, setidaknya lahir dari kenyataan bahwa dari 14 SMK yang ada di Manggarai Barat (Mabar), rombongan MKKS ini lebih 'jatuh cinta' dengan SMK Stella Maris. Penentuan itu, dalam anggapan saya, tentu saja tidak tanpa pendasaran dan perhitungan yang cermat.


Untuk diketahui, grup MKKS SMK Propinsi tahun lalu itu, berjumlah 21 orang. Sedangkan, grup MKKS dari Propinsi Banten hari ini berjumlah 15 orang. Kepala bidang (Kabid) SMK Propinsi Sumsel, ibu Mondyaboni menjadi semacam 'tour leader' untuk rombongan Propinsi Sumsel dan ibu Dr. Endah Resmiati, S.Pd, M. Si, Kepala Sekolah SMKN 3 Tangerang, sebagai tour leader untuk kelompok MKKS Propinsi Banten.


Apakah ada yang spesial dari SMK Stella Maris sehingga tim MKKS dari Sumsel dan Banten  tersebut 'rela' ada di lembaga ini untuk beberapa jam? Kembali ke soal 'preferensi' rombongan di atas. Saya berpikir, anggota MKKS SMK Banyuasin dan Propinsi Banten,  pasti sudah membuat semacam 'riset' kira-kira sekolah mana di Mabar ini yang bisa menjadi mitra dalam kegiatan studi komparasi itu.


Baca: Pengaruh Perbandingan Maltodekstrin dan CMC Terhadap Karakteristik Santan Bubuk Instan


Pada titik itulah, saya "terjaga", ternyata SMKS ini sudah 'berubah'. Kedatangan para Kepala  SMK dari tanah Sumatera kala itu dan tanah Jawa hari ini, bisa menjadi semacam afirmasi 'adanya realitas kemajuan' dalam tata manajemen lembaga ini. Setidaknya, penilaian positif itu, datang dari pihak eksternal yang tentu saja bersifat obyektif.


Saya sepakat dengan koordinator Pengawas SMA/SMK Kabupaten Mabar, Paulus Hansko ketika dalam sebuah kesempatan menegaskan  bahwa SMK Stella Maris di bawah kepemimpinan Rm. Kornelis Hardin, Pr mengalami perkembangan yang pesat. Sang Kepala Sekolah dinilai 'sangat sukses' menginjeksi dan mengimplementasikan beberapa terobosan program konstruktif yang berimplikasi pada peningkatan performa dan reputasi lembaga.


Dengan menyebut kontribusi Kepala Sekolah tidak berarti saya mengabaikan peran dari elemen lainnya seperti pihak Yayasan dan para pendidik dan staf kependidikan di lembaga ini. Saya kira, prestasi yang diraih itu, tidak terlepas dari kolaborasi kreatif dan soliditas sebagai tim dalam menjabarkan visi dan misi utama sekolah.


Kehadiran tim studi banding ini, tak pelak lagi bisa membangkitkan motivasi dan spirit baru bagi komunitas SMK Stella Maris untuk tetap berjalan pada track yang benar. Meski demikian, tetap diakui bahwa masih ada banyak 'sisi minus' dari lembaga ini yang perlu diperbaiki kedepannya.


Berharap misi "saling belajar" dalam studi banding ini boleh membuahkan hasil, di mana kita bisa 'menyempurnakan' apa yang masih kurang berdasarkan kajian perbandingan ini. Kita sudah bisa menentukan kira-kira hal-hal apa yang menjadi keunggulan dan kekurangan yang tengah dialami oleh masing-masing SMK.


Pada prinsipnya, SMK Stella Maris, di satu sisi, sangat 'terbuka' untuk menerima dan menjabarkan secara kreatif setiap masukan konstruktif dari pihak lain dan siap berbagi hal positif pada sisi yang lain.


Baca: Guru dan Pembelajaran Paradigma Baru (Sebuah Refleksi Otokritik)


Kita ucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada anggota MKKS Kota Tangerang dan Kabupaten Serang yang mau berbagi khazanah ilmu dengan SMK Stella Maris. Spirit kolaborasi dan berbagi, terjelma secara nyata dalam program studi banding ini.




*Penulis adalah Staf Pengajar SMK Stella Maris. Tinggal di Watu Langkas.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Anggota MKKS SMK Kota Tangerang dan Kabupaten Serang "Studi Banding" di SMK Stella Maris

Trending Now

Iklan