Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Appropriate Digitaly: Digitalisasi yang Kontekstual

Thursday, April 14, 2022 | 00:29 WIB Last Updated 2022-04-13T17:29:04Z

 

Appropriate Digitaly: Digitalisasi yang Kontekstual

Appropriate Digitaly: Digitalisasi yang Kontekstual

Oleh: Martin Sandy*

Pemanfaatan teknologi diarahkan terutama untuk kemajuan masyarakat desa melalui alternatif baru dalam hal pemasaran sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dapat dielakkan. Ia menjadi semacam air mengalir yang tidak dapat dibendung dan memasuki semua lini kehidupan. Implikasi dari kemajuan itu sendiri telah menghantar masyarakat pada suatu tatanan  dunia yang baru. Masyarakat terutama yang masih berada di pelosok pun turut mengalami perubahan akibat dampak dari kemajuan itu baik secara evolutif maupun refolutif. Kultur yang satu mempengaruhi yang lain.

Pertemuan antar kultur itu sendiri bisa berwajah inkulturatif, asimilatif dan sebagainya. Di tengah pertemuan dan interaksi dengan kemajuan itu, masyarakat kemudian dihadapkan dengan pilihan apakah menerima atau menolaknya? Melalui tulisan ini, penulis berkepentingan untuk menawarkan paradigma konstruktif dalam pemanfaatan teknologi.

Baca: Mereguk Dari Sumber Sendiri: Pancasila sebagai Local Wisdom di Tengah Kemelut Modernitas

Seperti sudah dijelaskan bahwa di tengah arus kemajuan masyarakat mau tidak mau harus memilih menerima atau menolak. Menerima berarti bersikap kritis sekaligus proaktif mengambil peran untuk membangun kehidupan yang lebih baik dan mengupayakan keluhuran martabat manusia. Karl Popper dalam bukunya “The open society dan it’s enemies” (1995) mempromosikan konsep-konsep dasar tata hidup bersama yang mengatakan sebuah societas modern.

Societas yang terbuka atau open society memaksudkan tatanan hidup bersama yang interaktif dengan  kemajuan, tradisi, dan segala hal yang menjadi pengalaman hidup keseharian. Suatu tatanan kehidupan yang berdialog secara kreatif untuk menyesuaikan hidup pada konteksnya. Kemajuan di bidang digital menjadi salah satu fenomena kehidupan yang sangat dominan dewasa ini. Pengaruhnya tidak hanya dirasakan di lingkungan perkotaan tetapi sampai di lingkungan pedalaman sekalipun.

Kemajuan di bidang digital pada gilirannya harus sampai kepada pemanfaatannya secara benar dantepat serta bijaksana. Konsep appropriete digitaly yang penulis maksudkan mengandung gagasan yang berkaitan dengan pengembangan teknologi yang sesuai dengan situasi budaya dan geografis masyarakat. Artinya, kemajuan teknologi dalam bidang digital sedapat mungkin menawarkan alternatif-alternatif untuk mendayagunakan teknologi demi kesejahteraan masyarakat. Mengapa demikian?

Baca: Menambang Kekayaan Kearifan Lokal Manggarai

Jacques Ellul mengetangahkan bahwa salah satu tolok ukur penggunaan teknologi ialah apakah itu menolong pemberdayaan dan  pengembangan teknologi tradisional, unsur dan pola budaya setempat. Hemat penulis, di sinilah diperlukan implementasi dari digitalisasi yang kontekstual. Penulis dalam hal ini memberi perhatian terutama pada upaya kontektualisasi tersebut pada masyarakat desa.

Pemanfaatan sarana digital dewasa ini harus diupayakan secara tepat guna. Masyarakat Indonesia yang masih kental dengan kearifan lokalnya sedapat mungkin diarahkan pada digitalisasi yang kontekstual. Pemanfaatan yang kontekstual memaksudkan implementasi sarana-sarana digital untuk kepentingan promosi, pengembangan dan pemberdayaan serta penguatan kearifan lokal dalam kebudayaan masyarakat Indonesia. Digital dipahami sebagai sarana, dan sebagai sarana ia mewadahi ekspresi-ekspresi dan komunikasi kebudayaan atau tradisi yang bersifat dinamis sembari melalui sarana itu juga penguatan makna dan konten tradisi itu sendiri tetap dipertahankan.

Digitalisasi memungkinkan tersedianya daya dan upaya untuk mengembangkan sektor bisnis, pendidikan, dan lainnya dalam kehidupan masyarakat. Pertanyaanya bagaimana memanfaatkan sarana digital yang kontekstual? Pertama, dalam sektor perekonomian masyarakat desa dapat masuk dalam ruang pemasaran berbasis digital. Masyarakat dimudahkan untuk memasarkan produk-produk mereka dalam media online. Di tengah konteks masyarakat dewasa ini pemasaran secara online berpeluang berhasil dibandingkan dengan memasarkan produk secara konvensional sebab jejaring pemasaran online terbuka luas dengan biaya operasional murah. Selain itu, pemanfaatan teknologi juga membantu masyarakat dalam mengakses penerapan teknik-teknik  pengolahan yang baru dan efisien sehingga memenuhi standar dan mutu pasar.

Baca: Kemunculan Metaverse dan Ketiadaan Jaringan Internet di Daerah Terpencil

Kedua, dalam sektor kebudayaan, pemanfaatan sarana digital justru membantu dalam hal promosi kearifan-kearifan lokal dalam berbagai kebudayaan. Digitalisasi yang kontekstual terarah pada upaya-upaya alternatif dalam mengkomunikasikan kearifan-kearifan lokal untuk kepentingan edukasi terhadap generasi-generasi saat ini sekaligus kepentingan generalisasi agar kebudayaan itu tetap eksis.

Selain itu, upaya mengkomunikasikan dan mengekspresikan kearifan lokal dalam media digital membantu dalam menguatkan eksistensi kebudayan itu di tengah keberadaan kebuadayaan asing. Maka yang harus diperjuangkan saat ini ialah upaya membuat konten ekplorasi kebudayaan secara komunikatif dan pastinya menarik. Walhasil karya-karya tradisional serta nilai-nilai di baliknya seperti kesenian, sistem nilai, kebiasaan dan kearifan lainnya tersampaikan baik bagi anak-anak bangsa maupun turut dipromosikan kepada dunia sehingga identitas negara Indonesia semakin menguat sebagai negara yang kaya akan kebudayaan.

Baca: Internalisasi Keutamaan dalam Aktus Dodo Masyarakat Manggarai

Pemanfaatan teknologi secara tepat guna menjadi kebutuhan bersama dewasa ini. Digitalisasi yang kontekstual harus selalu diupaya oleh berbagai pihak agar manfaatnya dapat memajukan dan memberdayakan masyarakat Indonesia.  Kemajuan teknologi dalam bidang digital mesti menawarkan alternatif-alternatif untuk mendayagunakan teknologi demi kesejahteraan masyarakat.

Dalam konteks Indonesia dewasa ini pemanfaatan teknologi diarahkan terutama untuk kemajuan masyarakat desa melalui alternatif baru dalam hal pemasaran sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui penerapan teknik-teknik baru yang menunjang kegiatan masyarakat itu sendiri. Ada pun pemanfaatan yang tidak kalah penting ialah menjadi garda dalam menguatkan eksistensi kearifan-kearifan lokal serta diiringi upaya edukasi bagi anak-anak bangsa.


(Martin Sandy/BernasINDO)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Appropriate Digitaly: Digitalisasi yang Kontekstual

Trending Now

Iklan